Senyum Celine terus saja mengembang, tak ada tampak lelah di bibirnya meski sejak tadi senyumannya tidak mengendur. Selama hampir satu jam, ia begitu disibukkan oleh aktivitas di dapur apartemen Abra, membuat hidangan terenak yang akan ia sajikan untuk Abra. Senandung merdu turut hadir dari bibir Celine, membuktikan bahwa wanita itu tengah merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Lalu, Celine menghela napas. Matanya menatap puas pada makanan-makanan yang tersaji di atas meja makan. Detik berikutnya, matanya menatap ke depan. Senyum yang tadi terulas manis kini menjadi sinis. “Aku akan mendapatkan hati Abra, lihat saja,” lirih Celine seiring bayangan wajah Abra yang muncul di dalam benaknya. Juga, wajah Fara yang baru-baru ini ia temui serta info perihal wanita itu yang ia dapat dari asiste

