Sementara Fara dan Sony yang terjebak dalam rencana Dewi, Abra justru masih sibuk memikirkan rencana lamaran untuk wanita yang masih sangat ia cintai itu. Beberapa kali, terlintas cara manis di dalam benaknya, tetapi belum ada satu pun di antara cara itu yang ia ambil sebagai keputusan. Semua memang indah, tetapi cukup ribet, sehingga Abra masih harus berpikir keras untuk sesuatu yang lebih sederhana tetapi mampu berkesan di hati wanita yang ia cinta. Pria yang hari ini memilih beristirahat daripada bekerja itu, berangsur turun dari atas ranjang setelah selama tiga jam hanya bergelimpangan sejak membuka mata. Abra menghela napas, lalu diusapnya wajahnya dengan kasar dengan kedua telapak tangannya. Ia mengerjabkan matanya beberapa kali yang masih terhalang kotoran karena belum sempat mandi

