Audrey - 7

1664 Words

"Apa kau sudah siap?" tanya Malvino sembari melebarkan pintu kamar yang baru saja dibukanya. Menoleh ke sumber suara, Audrey pun sedikit mendesah kasar. "Maaf, Tuan. Walau aku tahu bahwa kamar ini adalah termasuk ruangan yang kau kuasai, tapi apakah kau tidak bisa mengetuk pintunya terlebih dahulu sebelum kau memasuki kamar yang kuhuni ini?" lontar Audrey terdengar ketus. Untuk sesaat, Malvino pun hanya mengangkat bahunya tampak tak acuh. "Apa salahnya memang? Kau sedang berganti pakaian begitu? Lalu, apa bedanya antara kau sedang t*lanjang atau pun tidak. Toh aku sudah mengetahui setiap inci dari tubuhmu. Apa lagi yang perlu kau risihkan, Nona Audrey?" cetus pria itu memutar bola matanya. Lalu dengan santainya, ia pun mulai melangkahkan kedua kakinya menghampiri sang wanita yang sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD