Malvino mengurut pangkal hidung. Entah kenapa, hari ini pekerjaannya sangat menumpuk. Banyak berkas yang harus ia tandatangani. Belum lagi, ada beberapa meeting yang sudah ia lakukan dalam sehari ini. Sungguh, rasanya kepala Malvino penat sekali. Ia ingin sebuah hiburan. Setidaknya, pria itu ingin sesuatu yang bisa membuat kepenatan di dalam kepalanya menghilang dalam sekejap. Tok tok tok, Tiba-tiba, sebuah ketukan terdengar dari balik pintu mahoni tersebut. "Masuk!" seru Malvino lantang. Tak lama kemudian, pintu pun didorong seseorang yang sedikit menyembulkan kepalanya sejenak. "Ada apa, Rick?" tanya Malvino saat mendapati asistennya muncul. "Ada berkas baru yang harus segera ditandatangani, Tuan...." ujar Rick berdiri di ambang pintu. "Bawakan kemari!" titah Malvino seraya me

