Bab 16

2654 Words

“Only you, could see that I was hurting. Only you, ever cared to understand.”  –Calum Scott- Telingaku seketika berdengung ketika mendengar suara pria itu lagi. Refleks kulempar ponsel itu menjauh tak peduli jika ponsel pemberian Andre akan rusak nantinya. Kutarik selimut hingga menutupi kepala sambil meringkuk di atas kasur rawat inap dengan gemetaran dan bulir keringat yang muncul membasahi kening. Aku sendirian di kamar ini meski di sini tidak begitu gelap dan jam masih menunjukkan pukul empat sore. Aku kembali menangis, bayangan pria itu semakin jelas membuat dadaku sesak. “Arrgghhh….!” Aku berteriak histeris ketika bayangan itu tertawa padaku sambil menyentuh tanganku.”Tidak-tidak, kumohon jangan sentuh aku! Mom … mommy … help me please! Help me!!!” Tak berapa lama kudengar suara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD