“I like me when I’m with you, I don’t know what it is but I got that feeling.” –Lauv- Tok! Tok! Tok! Aku mengerutkan kedua alis lalu melihat jam dinding di kamar yang menunjukkan pukul tujuh malam. Kudengar suara ketukan tuk ketiga kalinya di pintu luar apartemen yang cukup keras lalu segera bangkit dari kasur untuk memaki orang itu agar tidak menganggu jam bersantai. “Oh, astaga!” kejutku ketika lelaki itu sudah berdiri dengan sebuket bunga mawar berwarna merah muda dengan Emy yang berdiri di sampingnya dengan ekspresi ‘bisakah kau jelaskan mengapa pria ini ada di sini seperti pria remaja yang jatuh cinta?’ Aku menganga bahkan rasanya waktu berhenti sejenak dengan penampilan Andre yang terlihat begitu fresh dengan jeans dan T-Shirt putih, jaket kulit berwarna hitam, serta sepatu k

