“You’re more than just a friend so we can just stop pretending now.” –Boys like girls- Ya Tuhan, kenapa daritadi pagi jantungku tidak berhenti berdetak kencang? Kuraba kedua pipi sambil menatap diri di depan cermin toilet saat jam makan siang. Hangat! Bahkan kulihat ada rona merah di sana. Kuembuskan napas panjang lalu membasahi wajah dengan air lalu kupandangi diriku lagi di cermin. “Dia memang terlihat sangat berbeda kemarin,” gumamku.”Dia terlihat sangat friendly, tapi … oh, astaga bagaimana mungkin dia menggendongku dari mobilnya hingga ke kamar?” Menepuk kedua pipiku lagi dengan perasaan yang semakin melambung tinggi membuat sesuatu dari dalam perutku ingin keluar. Bagaimana tidak, aku menemukan diriku sudah berada di kamarku sendiri, padahal seingatku kemarin aku masih di mobi

