Epilog

429 Words

Menghirup udara dengan langit senja membuatku merasa tentram. Entahlah. Aku merasa damai saat melihat jejak jingga yang dilukiskan oleh Tuhan. Kuhela napas sambil memejamkan kedua mata. Sekarang aku percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang tak mungkin. Jika Tuhan sudah menakdirkan sesuatu, sekalipun kau bersembunyi di tempat terpencil. Tuhan pun adil memberikan sebuah masalah dalam hidupku, saat aku begitu terpuruk dalam masalah Dia mendatangkan Andre kepadaku. Andre. Pria bermata biru itu adalah kekasih sekaligus teman hidup. Kami seperti manusia yang tidak terpisahkan. Kami dibuat sama-sama hancur. Kami juga dibuat sama-sama bahagia. Ah … Tuhan, aku bersyukur atas anugrah yang Engkau berikan padaku. Dia lelaki yang mau menerima diriku dan semua masa laluku. Dia lelaki yang mau sabar me

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD