“When it gets hard, I get a little stronger now I get a little braver now.” -New Empire- ****** Aku tidak bisa membaca ekspresi Emy ketika akhirnya dia mengetahui bahwa diriku mengalami PTSD. Dia terdiam cukup lama seraya menatap lekat kedua manik mataku. Beberapa kali dia mengatupkan mulutnya membentuk garis keras di sana atau mungkin seperti menahan hujatan. Menundukkan kepalaku sambil tersenyum kecut karena yakin jika orang mengetahui diriku sebenarnya, cepat atau lambat mereka akan menjauhiku. Aku aneh dan menyedihkan. “Apa itu yang membuatmu kau memiliki phobia terhadap laki-laki, ehm … maksudku jika disentuh mereka?” Mau tak mau aku mengangguk tanpa memandang dirinya. “Ini hal aneh, bukan?” Dia menggeleng sambil tersenyum lalu m

