bc

DISASTER COUPLE

book_age18+
885
FOLLOW
8.9K
READ
revenge
sex
contract marriage
arranged marriage
playboy
arrogant
badboy
sweet
bxg
enimies to lovers
like
intro-logo
Blurb

Bagi Valerie, Darrel hanyalah pria b******k yang pernah ia sukai, tapi kini Valerie membenci Darrel melebihi apa pun.

Bagi Darrel, Valerie adalah pengganti wanita yang sebelumnya menjadi pemuas kebutuhan Darrel. Ya, Valerie hanyalah mainan baru untuknya.

Apa jadinya jika keduanya harus menjadi suami istri karena perjodohan?

Valerie bersumpah, akan membuat hidup Darrel seperti di neraka setelah menikah dengannya. Apakah Valerie bisa membalaskan dendamnya pada Darrel yang bahkan tidak pernah menyadari kehadirannya dulu? Sedangkan hatinya masih bedegup kencang setiap melihat wajah tampan darrel.

Darrel bersumpah, pernikahan ini hanya akan berjalan sampai perusahaannya kembali stabil. karena ia tidak pernah suka terikat status dengan siapa pun. Ia akan selalu menjadi Darrel yang selalu bisa menyentuh wanita mana pun. Tapi ia tidak akan menyia-nyiakan pernikahan ini. Valerie miliknya. Ia tidak peduli jika Valerie membencinya. Ia akan menaklukan Valerie lalu meninggalkannya.

Akankah keduanya dapat melaksanakan rencana masing-masing? Atau justru terjebak dengan permainan yang diciptakan oleh keduanya?

chap-preview
Free preview
D.C | Part 1 - Perjodohan
Hai, siap berpetualang dengan si m***m Darrel Laurens?  Cast :  Nick Bateman as Darrel Laurens  Antonina Vasylchenko as Valerie Gladwin  Tapi kalian bisa membayangkan sosok Darrel Laurens dan Valerie Gladwin versi kalian sendiri ya, bebas :)  Here we go...  _________________________________________________________________________________________________________ Valerie Gladwin P.O.V (Point of View) Gladwin Mansion, New York, USA | 9.00 P.M  “Lepas! Lepasin! Aku bisa jalan sendiri!” sial, kedua bodyguard suruhan dad kali ini sama sekali tidak peduli pada gertakan atau makianku. Mereka nekat menyeretku dari arena balapan menuju mansion dad. Seberapa keras pun aku meronta, kedua bodyguard bertubuh besar ini menahanku dengan kuat. “Lepas! Kalian tak tahu siapa aku hah?!” “Valerie!” suara bariton menggema di seluruh ruangan. Aku menghentikan perlawanan dan menatap dad dengan sengit. Kedua bodyguard itu lalu menyeretku hingga ke ruang tamu dan berhadapan dengan dad. Aku menatap dad dengan tak suka, apa begini caranya memperlakukan putri semata wayangnya? Tunggu, siapa pria yang bersama dad ini? Oh s**t. Kenapa pria sialan ini bisa ada di sini? Pria tampan blasteran iblis yang dulu pernah kupuja. Pria yang membuat duniaku berubah seketika. Pria yang menjadi pusat segalanya untukku dulu. Catat, itu dulu. Sekarang, aku membencinya dengan sepenuh hati. Sangat. Jika saja tidak ada dad yang duduk manis di hadapannya aku pasti sudah berlari dan menendangnya. Beraninya ia menginjakkan kaki di mansion ini?! Dad menatapku, dengan gerakan matanya ia menyuruhku untuk duduk di sampingnya. Tatapan mengintimidasi yang mampu membuatku tunduk seketika. Hanya tatapan dari dad yang mampu membuatku terintimidasi seperti ini.  Aku menarik nafas panjang sambil menatap pria yang tampak begitu tenang. Sial, dia masih saja tampan. Eh? Apa aku baru saja memuji pria blasteran iblis itu? Tidak, jangan terpengaruh dengan wajah tampannya Val. Ingat, dia bahkan tidak menyadarimu ada dulu! “Perkenalkan, Darrel Laurens. Calon suamimu.” Bukannya menyambut uluran tangannya, aku membuang muka. Berada satu ruangan dengannya saja membuatku sesak nafas. Apalagi harus berlama-lama melihat wajahnya! Tunggu, apa tadi kata dad? “What? Are you kidding me, Dad?” Dad tersenyum, ia lalu mengambil segelas teh organik olahan khusus untuk keluargaku dan menyeruputnya dengan pelan. Apa dad tidak tahu bahwa hatiku berdebar tidak karuan saat ini? Bukan, bukan karena wajah tampannya. Bukan karena aku masih menyukainya. Tapi seorang Darrel Laurens, pria blasteran iblis ini akan menjadi suamiku? Yang benar saja!   “Hai, Valerie.” Oh hell. Suara ini, masih terdengar sama   namun kenapa terdengar semakin seksi? Damn it! Kemana kebencian yang kau simpan untuknya Valerie? Aku menatapnya tak suka. Ya, aku menunjukkan dengan terang-terangan bahwa aku tidak menyukainya. Namun ia malah membalas tatapanku dengan senyuman tipis khas pria brengs3k predator para wanita. “Gladwins Holding, akan berkerja sama dengan Laurens Corp. Melalui pernikahan ini, jadi persiapkan dirimu. Jangan buang waktu dengan geng motor berandalan itu. Apa kau lupa berapa usiamu saat ini? Berhenti bertingkah seperti anak-anak, Val.” Hell, apa pria itu baru saja menahan tawa? Wajahnya terlihat meledekku. Apa dia pikir, dia akan bahagia jika menikah denganku? Apa dia tidak tahu, Valerie seperti apa yang ada di hadapannya saat ini? Dia bahkan tidak mengenaliku sama sekali. Kami pernah satu kelas ketika kuliah dan dia tidak mengenaliku sama sekali! Ya, dulu agar bisa di-notice oleh pria ini, aku sampai nekat dan berusaha dengan keras agar bisa satu kelas dengannya meski dia seniorku. Sial, kalau bisa mengulang masa lalu, aku tidak akan terobsesi dengan pria brengs3k ini.   “Berhentilah berbuat onar, Val. Kau pikir dad tidak tahu apa yang kau lakukan kali ini? Berapa banyak lagi orang yang ingin kau hajar di jalanan, Val? Kau itu perempuan. Bersikaplah seperti perempuan pada umumnya.” Ah. Dad menatapku dengan serius. Apa kali ini aku kecolongan paparazi suruhan dad lagi? Padahal aku sudah memerintah teman-temanku untuk menghajar siapa saja yang berani mengambil fotoku secara diam-diam. Pria blasteran iblis itu kembali menahan tawa. Damn it! Apa ia pikir ini sesuatu yang lucu?! Ya, memang aku terlihat seperti anak kecil yang sedang diomeli. Tapi, kenapa wajahnya sangat menjengkelkan? Wajahnya tanpa ekspresi saja membuatku emosi seketika, apalagi menahan tawa seperti itu? Darrel Laurens, entah kenapa dulu aku amat menyukai pria ini. Pria yang memikat seluruh wanita di kampus dengan pesonanya. Pria yang bersinar diantara pria lainnya karena berasal dari keluarga kaya raya. Aku ingat betul, Darrel Laurens, Zian Vaderro, dan musuh bebuyutannya Derreck Wilton, yang membuat suasana kampus selalu panas dengan permusuhan mereka. Meski Derreck jarang memunculkan diri ke kampus, aku cukup mengenali watak ketiganya karena dulu aku selalu mengikuti Darrel Laurens. Ya, aku pernah menjadi stalker seorang Darrel Laurens. Sialan, sungguh masa lalu yang amat ingin kulupakan. Jika bisa. Ah. Sialan. Jangan tanyakan kenapa kini aku membenci pria ini. Membayangkannya saja membuatku bergidik ngeri. Yang jelas, itu adalah alasan kenapa aku menjadi Valerie yang pemberani saat ini. Dan, alasan yang logis untuk membenci pria ini sepanjang hidupku. Tapi, bagaimana bisa, dari sekian banyak pria yang ada di muka bumi, malah pria ini yang dad jodohkan denganku? Aku selalu bisa menebak, akan berakhir dijodohkan dengan lelaki pilihan dad karena aku putri semata wayangnya. Tapi, kenapa harus Darrel Laurens? Ia bahkan tidak mengingatku sama sekali! Aku bisa menebak itu dari caranya menatapku. Sialnya, dengan berani ia kini muncul sebagai calon suamiku? Yang benar saja! Astaga! Aku tidak bermimpi bukan?  Baiklah, Darrel Laurens. Kita lihat saja nanti, aku akan membalas semuanya dipernikahan ini. Lihat saja nanti. Aku akan membalaskan dendamku padanya melalui pernikahan ini. Akan kubuat kau menderita, Darrel Laurens! “Apa kau baru saja tersenyum, Val?” tanya Dad. Aku mengangguk, aku yang tadinya duduk di hadapan dad, pindah dan duduk manis di samping dad, dan memeluk lengan dad dengan manja. Dad sedikit terkejut melihat perubahanku, termasuk pria itu. “Baiklah, kalau itu permintaan Dad. Aku menyetujuinya.” Melihat wajah terkejut Darrel Laurens membuatku menyeringai, dan sepertinya pria itu menyadari arti senyumanku. Namun sialnya, ia malah mengedipkan matanya padaku. Oh Darrel Laurens, sepertinya dia belum tahu siapa yang akan dinikahinya nanti. “Baiklah, kalian akan menikah secepatnya.” “Okey Dad. Terserah padamu saja.” Dad lalu berdiri, meninggalkan kami berdua tanpa sepatah kata pun. Aku tidak peduli meski aku tahu Dad sengaja melakukan itu agar aku bisa berbincang berdua dengan Darrel. Namun aku tidak sudi. Menghirup udara yang sama dalam satu ruangan dengannya saja rasanya seluruh tubuhku gatal-gatal. Dengan langkah tegap aku berjalan mendahului Dad dan menuju kamarku yang berada di lantai dua mansion ini. “Valerie!” bentak dad padaku dan kubalas dengan membanting pintu dengan keras. Dad pikir, dengan aku menyetujui pernikahan ini, aku akan melunak? Tidak. Valerie tetaplah Valerie. Aku menuju mini bar yang ada di dalam kamarku, dan mengambil minuman kaleng dingin agar kepalaku yang panas dan hampir meledak ini dapat normal kembali. Aku menuju balkon, membuka kaleng itu dan menenggaknya. Satu tegukan, tenggorokanku semakin terasa perih. Bukan, dadaku yang terasa perih. Beberapa bayangan yang selalu ingin kulupakan kembali muncul, membuat kepalaku pusing dan terhuyung ke belakang. Pandanganku tiba-tiba gelap dan seseorang dengan sigap menahan tubuhku agar tidak jatuh. Tangan kekar ini, kenapa menyentuh bahuku? Aku menoleh dan mendapati wajah Darrel menatapku, sial. Bagaimana bisa pria ini masuk ke kamarku? Dasar Valerie bodoh, kenapa bisa lupa mengunci kamar sendiri?! “Lepas!” Darrel lalu melepasku begitu saja disaat aku tidak siap dan lagi-lagi aku hampir saja terjatuh. Untung dengan sisa tenagaku aku bisa menahan keseimbangan dengan berpegangan dengan besi pada balkon, namun tentu saja minuman kalengku jatuh begitu saja. Sialan. “Apa kita pernah bertemu?” tanya pria itu. Aku menatapnya dengan mata nyaris ke luar, artinya dugaanku selama ini benar. Pria ini bahkan tidak menyadari keberadaanku sama sekali waktu itu. Oke, tenang Valerie. Aku membuang muka dan berdiri menjauh darinya, lebih baik aku menatap ke taman di bawah sana. Benar, jangan menatap matanya Valerie. “Tidak,” sahutku akhirnya setelah menenangkan hatiku yang berdegub kencang tanpa alasan. “Lalu kenapa kau menatapku seperti itu?” Aku menoleh, kini ia berdiri di sampingku, ah, dia benar-benar menghadapku. Apa ia pikir, dengan menatapku seperti itu aku akan tergoda dengannya? “Seperti apa?” “Seperti kau pernah menyukaiku dan aku tidak membalasnya hingga kau membenciku.” Oh demi apa pun, bagaimana ia bisa mengatakan itu dengan mudah dan tanpa beban? Oke, tenang Valerie. Mari kembali hindari menatap wajahnya. Sial, Darrel meraih daguku. Memaksaku menatap kedua matanya, bodoh! Kenapa aku malah memejamkan kedua mataku?! Cup! Sial, pria itu dengan berani menyentuh bibirku. Tidak, ia bahkan melumatnya perlahan. Aku membuka mataku dan melihat matanya yang terbuka sembari menciumku. Oh, hell. Apa arti tatapan itu? Plak! Aku mendorong bahkan menamparnya. Darrel tersenyum sembari mengelus pipinya. “Sorry, aku hanya ingin membuktikan apakah aku pernah bertemu denganmu atau tidak.” “Excsuse me?! Pembuktian macam apa itu tadi?” “Well, kita belum pernah bertemu. Aku belum pernah merasakan bibir semanis tadi. Aku bisa merasakan melalui bibir yang pernah kusentuh. Kau, tidak termasuk dengan yang pernah bermain denganku. Lalu, kenapa kau membenciku?” Ah! Entah harus berapa kali aku memaki di sini! Bisa-bisanya ia membuatku merona dan kesal secara bersamaan! Valerie bodoh! Tidak, tubuhku bahkan mengkhianatiku. Bisa-bisanya hatiku berdebar cuma karena ciuman dan perkataannya tadi? Manis? Iyalah! Itu ciuman pertamaku! Aku menjaganya mati-matian agar tidak disentuh oleh pria brengs3k semacam Darrel. Dan tebak, ternyata ciuman pertamaku adalah orang yang paling aku hindari dan benci! “Karena kau muncul tiba-tiba dan akan menjadi suamiku? Apa itu alasan yang bagus untuk membencimu?” “Lalu kenapa kau menerimanya? Bahkan kau tersenyum sembari mengatakan iya di hadapan ayahmu.” “Aku bisa membatalkannya kapanpun.” “Sayangnya, tidak semudah itu, Honey. Aku dan ayahmu, sudah menanda tangani surat perjanjian. Kedua perusahaan akan saling menguntungkan. Sudah terlambat untuk membatalkan semuanya.” “Apa?!” “Sebenarnya, ini adalah ide ayahmu sendiri. Ayahku hanya datang mengajaknya bekerja sama, tapi dia mengajukan syarat. Yaitu menikahi putri nakalnya hingga terjadilah perjodohan ini. Mungkinkah, ia sudah capek menanganimu? Aku penasaran, memangnya senakal apa dirimu? Oh, perlu kau tahu, aku sangat menyukai gadis nakal. Tapi kau tidak terlihat seperti gadis nakal. Ah, dari bibirmu tadi, apa belum pernah ada pria yang menyentuhmu?” Sial! Double sial! Aku bahkan tidak bisa membalas satu pun perkataannya. Kedua lututku lemas. Niat bodohku tadi menjadi bomerang untukku sendiri. Sungguh, aku tidak benar-benar berpikir panjang tadi. Aku hanya emosi saat melihat pria ini muncul dan mengiyakan dengan niat jahat yang muncul di kepalaku. Aku benar-benar akan menjadi istri si devil ini? “Kau diam? Hmm, menarik. Sepertinya memang benar. Bisa kutebak, kau bahkan masih perawan? Menarik. Aku jadi tidak sabar kita menikah. Akan kupercepat pernikahan ini. Tunggu saja, Honey. Kau akan menjadi milikku segera.” Darrel kembali meraih daguku dan memaksaku menatapnya. Aku sudah tidak peduli ia melihat kedua mataku yang sudah berkaca-kaca. Ayo Valerie, kalahkan si devil ini! “Tidak, aku sudah tidak perawan.” Oh crap. Kenapa ini yang kuucapkan? “Benarkah?” Darrel menatapku curiga, namun di luar dugaan ia kembali tersenyum. Ah, ia bahkan menyeringai dengan nakalnya sambil menatap tubuhku dari atas hingga ujung kaki. Sial, ditatap olehnya saja aku sudah merasa seperti dilecehkan dan aku tidak sudi! “Aku tidak akan percaya sebelum membuktikannya sendiri,” seringai Darrel lagi. “Apa kau mau membuktikannya sekarang?” Benar-benar kurang ajar, aku menyeretnya dengan kasar hingga tiba di depan pintu kamarku dan menendangnya ke luar. Iya, aku benar-benar menendang bokongnya. Tidak peduli tatapan para pelayan yang menunggu di depan kamarku dengan cemas karena pria ini masuk ke dalam kandang singa betina. Kurasa para pelayan ini lebih mengkhawatirkan kondisi Darrel dari padaku. Terlihat dari cara mereka menatap Darrel dengan rasa kasihan sekaligus terpesona dengan ketampanannya. “Ke luar! Bawa pria sinting ini pergi dari sini!” bentakku. “Calm down Honey, aku akan segera menjadi suamimu! Kau harus terbiasa denganku!” teriak Darrel sembari di seret secara paksa oleh para pelayanku. Aku rasa mereka memanfaatkan itu untuk menyentuh lengan berotot Darrel. Sialan, bahkan para pelayanku amat menyukai Darrel. Mereka tidak tahu, iblis bersembunyi dibalik wajah tampan pria itu. Aku menoleh dan tanpa sengaja melihat dad yang tersenyum dengan geli melihat tingkah Darrel dan aku. Hell dad, bisa-bisanya ia tersenyum saat putrinya hampir dilecehkan?! Apa cuma aku yang waras di mansion ini?  

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.6K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
61.8K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook