Sesampai di mansion, Valerie segera ke kamarnya. Ia melangkah lebih dulu tanpa menunggu Darrel, dan hal itu terlihat oleh Herald. Herald yang sedang duduk di ruang tamu mansionnya sambil menikmati teh racik favoritnya menggelengkan kepala saat melihat Valerie lewat dan tidak menyadari keberadaan dirinya sama sekali. Gadis itu menatap lurus ke depan dengan langkah terburu dan terlihat marah. Darrel menoleh, ia segera menunduk pada Herald dan berjalan mendekati Herald. “Dad,” panggil Darrel dan turut duduk di hadapan Herald. Darrel tahu Herald pasti akan bertanya mengenai sikap Valerie tadi. “Kalian bertengkar lagi?” tanya Herald to the point. Darrel tersenyum salah tingkah. “Ah, apa terlihat jelas?” “Tentu saja, aku sangat mengenali anakku. Bersabarlah pada Valerie, dia sangat men

