Caesar menggeliat, suara bel apartemennya membuatnya terbangun. Ia meraih ponselnya yang tergeletak di nakas dan melihat jam. Ia bahkan lupa jam berapa ia mulai memejamkan matanya karena rasanya ia baru saja terlelap. Dengan malas Caesar bangun dan membuka pintu dan mendapati Jane berdiri di hadapannya. Melihat Caesar, Jane segera memeluk pria itu. “Jane?” Jane melepas pelukannya, ia lalu masuk ke dalam tanpa permisi. Sementara Caesar memastikan apa Jane bersama bodyguardnya yang menyebalkan itu. “Kau sendiri?” tanya Caesar setelah menutup pintu dan mendapati Jane sudah duduk di tepi ranjangnya. “Ya, waktu itu, kenapa kalian ke mansionku? Aku hampir saja mendapat masalah karena itu.” “Tidak. Hanya iseng saja,” jawab Caesar sembari menuangkan air putih ke gelas, tenggorokannya te

