“Aku bisa membuat suamimu cemburu padaku, kau butuh bantuanku?” Valerie hanya menatap Barra kemudian kembali sibuk memeriksa berkas-berkas di hadapannya. Ia memberikan beberapa berkas yang harus Barra tanda tangani. “Tidak perlu repot-repot. Dia tidak mencintaiku jadi tidak akan cemburu padaku,” ujar Valerie membuat Barra mengernyitkan dahinya dan menandatangani berkas-berkas itu. “Kenapa tidak mencintaimu? Ah, rumor mengenai Darrel ternyata benar. Apa setelah menikah ia masih sering melakukan rutinitasnya?” “Wah. Apa kebrengsekkan pria itu terkenal sampai ke Indonesia?” “Tentu saja. Media sering meliputnya bergonta-ganti gadis, meski keesokan harinya berita itu sudah menghilang. Tapi semua orang tahu kelakuan Laurens satu itu.” “Ya. Hanya wanita bodoh yang mau menikahinya.” “

