Kenyataannya...

2162 Words

“Apa maksudmu?” tanya Langit. “Semuanya ... semua yang kamu katakan tadi. Apa itu benar?” Langit tegang bukan main, sekarang dia seperti berdiri di tepian jurang dengan kedalaman tanpa batas yang bisa membuatnya hancur berkeping-keping. “Memangnya apa yang kamu dengar, hah? Lagi pula, kenapa kau datang ke sini lagi? Sudah kukatakan agar cepat tidur di kamar? Kenapa kau selalu saja membantah permintaanku?!” Bulan terkejut, dia sedikit cemberut karena Langit tiba-tiba memarahinya. “Apa kamu tidak lihat aku bawa apa? Aku bawa segelas kopi s**u, dan ini untukmu. Aku baru berencana tidur setelah ini. Tapi tadi aku tidak sengaja mendengarmu bicara kalau Kania sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Aku jadi penasaran siapa orangnya,” ujarnya seraya melewati Langit dan menaruh segelas kopi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD