Langit dan Bulan pun pergi ke Kota Bogor di hari yang sudah direncanakan sebelumnya. Pagi itu, seisi rumah cukup sibuk oleh rencana kepergian mereka. Tidak terkecuali Suster Amara. Wanita yang ikut pergi itu pun membantu mempersiapkan keperluan obat-obatan untuk Langit. Awalnya, Bulan menolak keras Suster Amara ikut bersama mereka. Dia sama sekali tidak nyaman dan sebal ketika wanita itu berada di sekitarnya, tetapi Langit berpikir lain. Langit beralasan bahwa mereka masih membutuhkan Suster Amara, mengingat kehamilan Bulan yang menginjak usia 37 minggu, apa pun bisa terjadi. Langit khawatir Bulan terlalu kelelahan dan berakibat buruk pada kesehatannya. Klik! “Mas Langit ....” Langit menoleh ketika mendengar pintu kamarnya terbuka dan panggilan dari Suster Amara menghampirinya. Dia yan

