Menyentuh dengan sebuah rasa

1888 Words

Bulan berdiri mematung di depan pintu bercat putih yang masih tertutup rapat. Sudah sekitar lima menit dia di sana, tanpa berkeinginan untuk mengetuknya. Bulan ragu, apa dirinya sudah siap dengan hal yang menanti di dalam sana? Ya ... saat ini, Bulan sedang berada di rumah Langit. Untuk ke dua kalinya dia datang, demi memastikan perasaannya sendiri. Sebab beberapa hari terakhir setelah kedatangan Rion ke Bogor, Bulan terus diserang rasa sakit yang menyesakkan daddanya. Ada kegelisahan yang tidak kunjung menyusut, di mana pikiran dan hati Bulan bekerja sama tertuju kepada seorang lelaki yang sekarang memilih tinggal seorang diri. Melewati hari-hari yang selalu gelap dengan pergerakan terbatas. “Kenapa aku harus merasakan ini?” Batin Bulan terus bertanya pertanyaan serupa setiap harinya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD