Sebuah Pengakuan?

2299 Words

“Istirahatlah di dalam kamar, nanti aku akan meminta Mbak Susi mengambilkanmu makanan dan minum untukmu sebelum minum obat,” ujar Langit setelah mereka sampai rumah. “Kamar mana yang kamu maksud? Kenapa kamu malah membawaku ke sini?” tanya Bulan bernada sedikit kesal, sebab sekarang mereka berada di depan sebuah kamar yang dikhususkan untuk tamu di lantai bawah. Sebuah ruangan dengan perabotan sederhana dan seadanya. “Kamar ini, memangnya kamu mau kamar yang mana lagi? Cepatlah tidur dan jangan terus menyusahkanku.” “Kamu tega membiarkanku tidur di kasur keras dengan selimut tipis itu?! Aku tidak mau! Percuma punya kamar bagus, tapi aku malah tidur di sini. Aku mau ke kamar lantai atas ....”  “Apa?” Langit mendengar derap langkah Bulan mulai menjauh. “Apa yang kamu lakukan? Itu kamarku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD