Bulan melepaskan tautan di bibbirnya dengan Langit ketika pasokan oksigennya mulai menipis. Kemudian memandang mata sayu lelaki yang masih ingin memeluknya itu. “Kamu membuatku terkejut, dasar m***m. Bagaimana kalau orang-orang melihat kita tadi?” ujar Bulan seraya memukul pelan dadda Langit. “Kamu lebih membuatku terkejut. Apa kamu bisa mengatakannya lagi?” “Mengatakan apa?” tanya Bulan pura-pura tidak mengerti. “Katakan kalau kau mencintaiku.” “Tidak mau.” Bulan menjawab singkat sambil mengalihkan pandangan ke arah lain, walau Langit tidak bisa melihat wajahnya yang mulai memerah sekarang, tapi tetap saja dia malu untuk mengatakannya. “Kenapa? Kau bisa mengatakannya untuk di telepon tadi, kenapa tidak bisa mengatakan langsung padaku, uh?” “Apa ucapan itu perlu? Kamu juga sudah den

