》sembilan《

872 Words

》》☆《《 Berkali-kali aku melirik jam tangan di pergelangan lengan kiriku. Udah lewat satu jam dan harusnya sekarang aku udah harus ada di rumah. Mataku lalu melirik ke layar smartphone biru yang terlihat anteng dan adem ayem. Kenapa Om Ali nggak hubungin aku ya? Biasanya telat semenit aja Om Ali udah murka. Apa kerjaannya bener-bener lebih penting daripada aku? "Kenapa, Li?" tanya Nick tiba-tiba. "Hah? Eh--enggaaak. Nggak pa-pa kok, Nick!" jawabku gugup. Sekali lagi aku melirik layar smartphone. Kalo kayak gini terus bisa-bisa aku mati penasaran. Aku berdiri dari kursi sambil menyambar smartphone milikku. "Anterin gue bisa?" "Kemana?" tanya Nick dengan kepala mendongak, menatap heran ke arahku. Aku nggak tau ini salah apa nggak. Tapi yang pasti pikiranku saat ini nggak tenang dan aku h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD