"Bagaimana kalau kita makan malam? " Pinta Yudha menoleh sekilas ke arah Julia. Yang hari ini terlihat sangat cantik.
"Maaf Mas gak bisa, kasian anak-anak kan kita udah sering makan siang bareng. " Sahut Julia menolak nya dengan halus, bagi nya sisa waktu nya di usaha kan untuk bersama anak-anak nya.
"Ya sudah gak apa-apa. " Ucap Yudha agak kecewa. Terlihat dari raut wajahnya yang terlihat selalu tampan.
"Oke sudah sampai. " Ucap nya
lagi sambil menoleh ke arah sang kekasih nya yang cantik di masa usia nya menuju ke 38tahun.
"Terima kasih Mas Yudha. " Sahut Julia dengan senyum manis di wajah nya.
"Mas Yudha gak marah kan? " Terlihat khawatir di wajah kekasih nya yang cantik.
"Enggak sayang, enggak apa-apa kok. "Yudha masih menampakkan senyum menawan di wajah nya yang tampan.
" Sampai ketemu besok. "Ucap Julia seraya membuka pintu mobil.
" Besok? Emang ada apaan? "Sahut Yudha terkejut
" Kan besok kita masih ketemu di kantor? "Seru Julia menjelaskan dengan wajah tidak mengerti.
" Owh! Sampai ketemu besok di kantor kalo begitu? "Goda Yudha sambil mencubit ujung hidung Julia yang bangir.
" Aduh! " Julia memukul pelan tangan kekasih nya yang tampan.
"Hahaha! Abis kamu gemesin banget! Aku enggak pulang-pulang nih! Seru Yudha berbunga-bunga hati nya. Cinta tumbuh di hati nya semakin subur.
" Lagi juga aku enggak mau nawarin Mas mampir. Entar malah enggak pulang-pulang! "Sahut Julia menahan tawa nya dengan berjalan agak menjauh dari mobil Yudha.
" Mas pulang dulu sayang. "Seru Yudha lagi menatap mesra kekasih hati nya.
" Iya Mas, hati-hati di jalan! "Sahut Julia sambil melambaikan tangan nya ke arah Yudha.
Setelah mobil Yudha sudah tidak terlihat lagi baru dia masuk ke dalam rumah.
Sejak Julia memperkenalkan Yudha Irawan pada kedua anak nya, Dia sering mengantarkan Julia pulang kerja. Dan suatu hari Julia bercerita pada saat makan malam kepada kedua anaknya.
"Hmm ada yang mau Ibu sampaikan pada kalian berdua, Om Yudha itu seorang duda cerai tanpa anak, dan dua hari yang lalu Dia melamar Ibu, mengajak Ibu untuk menikah." Julia terdiam dengan memperhatikan dua jantung hati nya.
Ranti dan Iqbal hanya mendengarkan cerita Ibu nya dengan seksama.
"Tapi Ibu belum menjawab lamaran dari Om Yudha, Ibu bertanya dulu pada kalian, menurut kalian bagaimana? " Lanjut Julia dengan muka memohon jawaban dari mereka berdua.
Ranti dan Iqbal tahu bahwa Ibu nya sangat menyukai Yudha Irawan.
Ranti reflek menengok ke arah Iqbal, dan menjawab "setuju". Mereka menjawab tanpa berfikir panjang lagi. Karena yang mereka pikirkan hanya kebahagiaan Ibu nya. Tanpa Julia meminta restu pada Ranti dan Iqbal, mereka akan tetap menyetujui nya.
" Kapan persiapan nya Bu? Ranti sama Iqbal bisa bantu apa? " Mereka bertanya dengan antusias.
"Kalau bisa sih dari sekarang. " Sahut Julia dengan wajah serius. "Apa itu Bu? " Ranti penasaran dengan menoleh ke arah adik nya, Iqbal.
"Beli pakaian buat hari H nya. " Julia tersenyum melihat dua jantung hati nya yang bersemangat untuk kebahagiaan dirinya.
"Ibu sungguh terharu, terima kasih ya sayang! " Seru Julia langsung memeluk kedua anak nya dengan sayang.
"Apapun kami lakukan untuk kebahagiaan Ibu, yang sudah susah payah untuk membesarkan kami berdua. " Ucap Ranti lembut masih memeluk tubuh Ibu nya. Sedangkan Iqbal hanya terdiam dan meresapi semua nya
"Iqbal sayang Ibu. " Ucap Iqbal tanpa di sadari nya air mata nya keluar dengan sendirinya.
"Ranti juga Bu. " Mereka masih berpelukan dan menagis terharu karena bahagia.
Pada akhir nya Ibu menikah kembali. Bahagia kembali. Dan mereka berdua punya Ayah kembali, meskipun Ayah sambung. Karena yang Ranti dan Iqbal lihat, Yudha sangat menyayangi Ibu mereka, Julia. Ranti dan Iqbal tersenyum bahagia sudah membayangkan hari-hari bahagia kedepan nya.
Pada hari H nya, pernikahan Julia dan Yudha di lakukan secara sederhana saja. Mereka mengundang para tetangga sekitar rumah dan Ayah kandung mereka, Robi Idris. Tetapi, mereka tidak melihat Ayah kandung mereka, mungkin dia sengaja tidak datang.