Bab 9 Malam Pertama

578 Words
"Hmm cantik nya Julia!"Seru Ayah Yudha sambil membelai pipi istri nya. Wajah Julia langsung merona kemerahan, karena sudah cukup lama dia tidak mendapat belaian kasih sayang dari suami. "Ah Mas Yudha." Ucap nya merona tersipu-sipu malu mendapat belaian mesra dari suami baru nya. "Capek gak heum? " Lanjut Yudha dan tangan nya masih membelai wajah cantik istri nya. "Enggak Mas. " Sahut Julia malu-malu terlihat dari wajah nya yang merona. "Ya udah sekarang aja ya? " Pinta Yudha pada istri nya. Di kecup nya sang istri dengan lembut dan mereka melakukan nya dengan penuh kasih sayang. Ranti tidak sengaja melihat Ayah sambung nya, Yudha membelai pipi Ibu nya dan mendengar percakapan mereka di kamar, karena pintu tidak tertutup rapat. Dia menuju ke dapur bermaksud mengambil air minum di kulkas. Setelah itu, dia buru-buru balik ke kamar dan tidak mau mendengar percakapan dewasa selanjutnya. Terdengar suara alarm dari hape, Julia sudah bangun dan mata nya juga sudah terbuka. Dia baru menyadari apa yang telah terjadi kemarin malam. Ada tangan kekar yang merangkul tubuh nya yang masih tertutup dengan selimut. "Bangun Mas." Julia memperhatikan wajah suami nya yang tampan "Udah kenyang? " Suara serak Yudha dengan mata masih tertutup. "Kenyang apa? " Sahut Julia dengan suara pelan. "Kenyang ngeliat wajah Mas. " Ucap Yudha dengan masih suara serak nya, yang sekarang mata nya sudah terbuka. "Mas ih! Aku kira apa. " Sahut Julia manja. "Bangun Mas. Solat, nanti Mas tidur lagi. " Ucap Julia sambil membelai wajah tampan suaminya. Julia berusaha beranjak bangun tapi masih tertahan oleh tangan kekar suami nya. "Mas aku udah kebelet. " Bisik Julia sudah tidak kuat menahan. Dilepaskan nya istrinya, di perhatikan nya tubuh istri nya yang masih kencang. Julia mengambil baju yang tergeletak di lantai, lalu berjalan keluar kamar menuju kamar mandi. Tiba-tiba... "Cup! Morning kiss. " Seru Yudha tanpa merasa bersalah. "Aduh Mas! Entar keliatan sama anak-anak kan gak enak. "Julia memundurkan tubuh nya dari pelukan erat suaminya. " Mereka ngerti kok. "Sahut Yudha lagi tangan masih belum lepas dari tubuh sang istri, dan seperti nya dia belum puas dari acara kasih sayang yang semalam. Semenjak menikah dengan Julia , Yudha memutuskan untuk tinggal bersama kami, dan tentu saja Julia harus berhenti bekerja. Karena di perusahaan tempat mereka bekerja, perusahaan memiliki aturan yang melarang hubungan pernikahan antar karyawan. Lagi pula, dengan penghasilan Yudha, cukup untuk mencukupi kebutuhan mereka sekeluarga. Ketika sedang bersantai-santai di ruang keluarga, mereka sedang menikmati acara kuliner di televisi, pinggang Julia di rangkul dengan posesif nya oleh Yudha, sedangkan Ranti dan Iqbal duduk di karpet dengan santai. "Enak tuh!" Kata Yudha pada keluarga kecil nya. "Bagaimana kalau kita besok makan- makan diluar? Ayah pengen kita makan di luar, bagaimana Bu? Iqbal? Ranti? "Lanjut Yudha bersemangat menoleh ke arah wajah istri nya yang cantik. Ranti dan Iqbal spontan menengok ke arah Ayah sambung mereka. " Mau Yah! Aseekk! "Seru dua anak sambung nya senang. Terlihat dari wajah Julia yang juga tersenyum senang. "Ibu ikut aja lah" Cetus Julia dengan senyum bahagia nya. Esok hari nya, kami pergi jalan-jalan untuk makan siang lesehan di restoran Sunda. "Udah siap semua nya? " Seru Yudha antusias. "Siaap! " Sahut Keluarga kecil nya gembira. Mobil Yudha keluar dari halaman rumah mereka perlahan dan menuju jalan raya. Kami memasuki area restoran, dan mencari tempat yang nyaman, di hari libur gini pasti nya banyak pengunjung. Kami memesan menu yang ada di situ. "Enak Yah. Nyaman." Kata Ibu sambil tersenyum pada suami barunya. Yudha tersenyum bahagia pada kami.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD