44. Berbahagialah, Nak.

1672 Words

*** Mega memegang erat tangan putri kecilnya yang kini sudah tumbuh dewasa. Mata Mega berkaca-kaca menatap Vierra yang menatapnya sendu begitu pula Alex. Kedua orang itu seolah belum rela dengan kepergian Vierra yang mungkin tinggal menunggu beberapa menit lagi. Vierra menggenggam tangan Mega dan mengecupnya penuh kasih sayang. Gadis itu menatap tepat pada manik biru yang menatapnya sendu itu. Vierra tahu ini akan terjadi suatu saat nanti. Dirinya tidak bisa untuk terus-menerus melarikan diri dari keluarga aslinya. Vierra sudah cukup merepotkan keluarga angkatnya ini selama tiga belas tahun lamanya. Vierra harus mencari jati dirinya tanpa campur tangan kedua orabg tua angkatnya. “Mom, dengar.” Tangan kanan Vierra menggenggam erat tangan Mega, sedangkan tangan kirinya mengelus pipi Mega

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD