43. Aku melihatnya.

1675 Words

*** Vierra menatap gerbang mansion orang tua angkatnya dengan tatapan nanar. Malam ini terasa amat beda dari malam-malam sebelumnya. Vierra menghembuskan napas kasar lagi dan lagi. Ia terlihat banyak pikiran dan pola makan serta tidurnya pun tak beraturan. Vierra merenung di balkon kamarnya itu. Saat matanya menatap ke arah halaman depan mansion yang terdapat sebuah air mancur bundar. Dari matanya, Vierra seolah bisa melihat dua orang anak kecil yang sedang berlari. Seorang anak perempuan berusaha menggapai anak laki-laki yang terus berlari menghindarinya. Sang anak laki-laki yang menjulurkan lidahnya tanda mengejek pada si anak perempuan semakin membuat anak perempuan kesal. Kedua anak itu berlari mengelilingi air mancur yang berbentuk lingkaran itu. Mereka tertawa bersama membagi kebah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD