23. Aku membencinya

1256 Words

*** “VIERRA!” Telinga Vierra berdengung saat mendengar suara teriakan yang tiba-tiba memasuki pendengarannya setelah musik berhenti. Gadis itu masih dalam keadaan mabuknya dan kembali ingin melanjutkan aksinya bersama pria yang ia anggap sebagai Sean sebelumnya. Belum sempat hal itu terjadi, pria di depan Vierra sudah lebih dulu ditarik mundur dan pukulan telak mengenai wajah pria itu. BUGH! “S*alan! Berani-beraninya kau menyentuh adikku!” bentak Sean yang emosi. Pria itu memukuli 2ajah pria di bawahnya dengan membabi buta, napasnya tidak beraturan dan keringat membasahi pelipis hingga ke lehernya. Tangan Sean bahkan sudah terdapat burcak d*rah pria itu. “Br*ngsek!” “B*jingan!” Sean tidak berniat untuk menghentikan aksinya, dan juga tidak ada yang berani menghentikan Sean karena clu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD