24. Maaf, Ra.

1267 Words

*** Vierra meringis ngilu saat tiba-tiba kesadaran mulai menghampirinya. Gadis itu mengerjapkan mata perlahan untuk menyesuaikan cahaya lampu dengan retina matanya. Ia tidak langsung bangkit dari tidurnya, gadis itu memilih untuk duduk menyandarkan punggungku di sandaran ranjang. Mata saya Vierra menyusuri tiap sudut ruangan yang ia yakini bukan kamarnya. Saat Vierra sedang asik mengamati barang, tiba-tiba suara kenop pintu terbuka. Pandangan Vierra sontak langsung terarah pada sumber suara sembari menanti siapa yang akan masuk ke kamar ini. Mata Vierra membulat dengan mulut yang ia kunci rapat-rapat. Sean tiba-tiba saja masuk dengan setelan formalnya dan berjalan menghampiri Vierra dengan tatapan dingin mengintimidasi. “Bangun,” ucap Sean dengan suara datarnya yang terkesan lebih tega

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD