*** Vierra membawa Rafael ke tempat duduk yang tak jauh dari mereka. Gadis itu menenangkan Rafael hingga tangisan Rafael sedikit mereda. Betapa sedihnya Vierra saat melihat Rafael yang sudah ia anggap sahabat sendiri itu dalam keadaan terpuruk. Tak ada yang bisa ia lakukan lebih selain memberikan usapan penuh kasih pada Rafael. Ia mengusap punggung Rafael dan mengatakan semua akan baik-baik saja. Rafael bahkan terbuka untuk bercerita dengannya. Vierra tersanjung akan hal itu. Namun tidak bisa untuk ia elak bahwa yang dilakukan Rafael tak salah sepenuhnya. Rafael hanyalah seorang anak yang melampiaskan seluruh amarahnya karena bentuk kekecewaan yang mendalam. Ia juga tidak bisa menyalahkan ibu Rafael, Kirana. Karena ia tahu cinta itu memperdaya. Kirana yang amat mencintai suaminya tentu sa

