Maaf ya kalo pembaca setia SIL butuh banyak koin buat buka bab ini. Soalnya Author nulis 2500++ kata :> Selamat membaca ~ *** Vierra menghampiri ayahnya yang sedang berada di meja makan seorang diri menunggu dirinya dan sang ibu. Senyumnya ia lemparkan untuk sang ayah. Agak canggung memang, tapi sebisa mungkin Vierra akan memberikan sapaan pada sang ayah agar kecanggungan yang ada di antara mereka segera hilang. Vierra ingin dekat dengan ayahnya. Ia tahu, ayahnya tidak ingin menyapanya karena sang ayah yang masih terbayang masa lalu yang memberikan penyesalan dan rasa malu untuk dekat dengan Vierra. “Malam, Papa.” Dapat Vierra lihat tubuh ayahnya yang menegang kaku karena sapaan dari Vierra. Pria setengah baya dengan tubuh kurusnya itu hanya berdeham membalas sapaan Vierra. Entah k

