56. Kejar hingga dapat

1132 Words

*** Sean kini tengah disidang kedua orang tuanya. Pria itu duduk di hadapan ayah dan ibunya dengan tampang tegang. Cukup lama mereka di posisi yang sama dengan kesunyian yang membelenggu ketiganya, akhirnya terlepas saat Alex menghembuskan napas kasar dan menatap garang pada putranya. “Apa yang kau pikirkan dengan berdiam diri di luar dalam keadaan begini?” kesal Alex dengan nada ketusnya. Bukannya takut atau menyesal, Sean malah tersenyum lebar. Bukankah itu tandanya Alex mengkhawatirkannya? Ah, akhirnya Sean lega juga. “Kenapa senyum-senyum, hah!” garang Alex menatap tajam pada Sean yang tersenyum tak jelas padanya. “Daddy telah memaafkanku?” tanya Sean penuh harap. “Ti-” “Ya, Daddy-mu sudah memaafkanmu, Nak.” Mega dengan cepat memotong ucapan Alex sebelum perdebatan kembali hadir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD