"Gue bakal tetep nunggu lu. Sampai kapanpun. Sampai lu keluar, dan sampai maafin gue," ujar Glen di depan rumah Kayla yang tertutup. Kayla hanya diam. Rasa sakit di hatinya belum sembuh. Walaupun sebenarnya ia juga merasa kasihan, dan tak tega. "Maafin gue, Yank," ujar Glen tak pantang menyerah. "Gue bakal ngelakuin apapun, asal lu mau maafin gue. Plis buka pintunya." Kayla menutup kedua telinganya menggunakan tangan. Seperti tak ingin mendengar suara Glen. Glen terus mengetuk pintu. Tapi Kayla masih bebal, tak ingin membukanya. "Udah! Lu pergi aja. Gue males ketemu sama lu!" kata Kayla. "Yank. Gue mohon. Gue sayang sama lu, gue cinta sama lu, situasi kaya gini bukan kemauan gue sendiri. Gue itu dijebak sama Jessie," kata Glen mencoba menjelaskan. Kayla bodo amat. Gadis itu

