COBAAN TAK SELALU MENYUSAHKAN

1004 Words
Beberapa bulan setelah aku dan dita resmi menjadi suami istri akhirnya dita mengandung anak dariku. hari hari kami begitu bahagia dimana dita sangat menyayangiku begitu juga denganku yang sangat mencintai dita seorang istri yang setia, yang selalu ada buatku di saat aku senang maupun susah.. Dan disinilah cobaan mulai muncul. setelah beberapa bulan mbak rubi tak pernah terlihat, dan ternyata dia ikut suaminya ke luar kota, waktu itu ketika aku sedang mendapatkan cuti dari perusahaan, sehingga aku seharian ada di rumah. dan dita brkerja seperti biasa, meskipun dita hamil tetapi di masih ingin tetap bekerja, karena untuk mempersiapkan semua keperluan anakku nanti, karena kami hanya pekerja biasa gaji kami tak kurang dan tak lebih tapi cukup untuk keperluan kami sehari hari. di siang hari muncul sebuah mobil travel berhenti di depan rumah waktu itu aku sedang santai di teras depan, keluar dari mobil travel itu mbak rubi dengan menggendong anaknya. "mbak rubi kok pulang sendiri suaminya mana" tanyaku bada basi... " iya tedi suamiku masih 1 minggu di sana ada yang harus di selesaikan" "oh... jawabku agak canggung" aneh baru sampe bukannya masuk rumah dulu istirahat apa gimana, tapi mbak rubi malah menghampiriku duduk di sebelahku. " aku sengaja pulang dulu karena kangen sama kamu" gilaaa.. dalam batinku, sekarang aku ga sendiri lagi aku sudah beristri bahkan istriku adiknya mbak rubi sendiri, tapi mbak rubi masih saja berani bilang kangen sama aku. apakah mbak rubi hanya mengerjaiku atau mau mengetes kesetiaanku sama mbak dita adiknya "mbak aku kan sekarang sudah jadi suami dita adik kandung mbak rubi sendiri, nanti kalau dita tau bagaimana" "dita hari ini kerja kan dan pulang nanti jam 7 malam karena ada lembur" "kok mbak rubi tau..?" "kemarin aku telfon dita, dita yang bilang, dia juga bilang kalau hari ini kamu cuti" Mimpi apa aku semala bisa mengalami kejadian seperti ini. "bantuin mbak bawa barang barang mbak masuk rumah ya,! banyak soalnya." "iya mbak...". jawabku aku mulai mrngangkat barang bawaan mbak rubi dan membawanya masuk kedalam rumah.dan mbak rubi berjalan di depanku. setelah memasukki rumah.. " langsung taruh di kamar aja tedi barang barang mbak, mbak mau nidurin si kecil dulu" " iya mbak.." jawabku lagi Terkejut setengah mati ketika aku baru saja meletakkan barang barang, mbak rubi tiba tiba memelukku dari belakang. " tedi mbak kangen banget sama kamu, kamu di sini sebentar ya, obatin rasa kangen mbak rubi" bingung tak bisa berkata apa apa aku coba sedikit menghindar, tetapi tangan mbak rubi sangat kuat memelukku. "mbak ingat aku sudah ada dita adik mbak rubi sendiri" "dulu aku pernah bilang sama kamu, kamu boleh mendapatkan adikku, tapi kamu harus berlaku adil denganku" tiba tiba aku teringat waktu kejadian di kamar mandi waktu itu.. dan bodohnya aku meng'iyakan permintaan mbak rubi waktu itu. Tanpa banyak bicara mbak rubi melepas bajunya satu satu, mulai dari celana jeen, sampai kaos yang di kenakannya, dan mbak rubi benar benar b***l hanya memakai pakaian dalamnya saja di hadapanku, jantung terada berdetak begitu cepat, rasa takut, rasa bersalah, campur aduk menjadi satu. Dengan cepat mbak rubi meraih kancing bajuku melepasnya satu persatu. aku hanya terdiam dan memikirkan sesuatu apa yang harus aku lakukan, aku ga tega di saat seperti ini dita hamil anakku fan dia saat ini sedang bekerja demi menyiapkan semua kebutuhan anakku kelak.s sedangkan aku disini berbuat dosa dengan mbak rubi. belum selesai aku berfikir tanpa sadar mbak rubi benar benar sudah menelanjangiku tanpa sehelai bajupun, karena waktu itu aku hanya mengenakan celana kolor yang sehari hari aku pakai dirumah jadi mbak rubi sangat mudah untuk menanggalkan semua bajuku. seperti terhipnotis dia mungulum terpedoku, aku hanya bisa menahan kenikmatan dari mbak rubi. aku pegang kepalanya yang maju mundur mengulum terpedoku, aku tak bisa berbuat apa apa, hanya mengikuti saja permainan mbak rubi, dia mulai melepas BH putinya dan metemas remasnya sendiri sambil menjilat dan mengulum teroedoku, aku benar benar seperti kerasukan setan, aku angkat tubuhnya hingga benar benar berdiri di hadapanku aku jongkok mengahadap memeknya yang masih tertutup celana dalam putihnya.. aku perlahan lahan ciumi daerah kewanitaannya, mbak rubi mendesah. "aacchhh... achhhh...." mbak rubi sepertinya sudah di ujung konaknya, dia melepas celana dalamnya dan membenamkan kepalaku di m***k basahnya. dengan cepat aku jilati memeknya dengan beringas, bulu lebat di sekitar memeknya benar benar basah, dia menggelinjang tak karuan. dia benar benar menikmatinya, deshannya membuatku semakin gila.. memang berbeda dengan dita mbak rubi memang bisa membuatku terhipnotis dengan desahan desahan mautnya" "aacchhhh.. mmmm.... uhhhh..ooohhh.." mbak rubi menyurhku berdiri dia mengankat salah satu kakinya dan menaruhnya di pinggulku secara reflek aku memeganginya, dia memgang terpedoku dan memasukkanya ke lubang basah memeknya. muali perlahan lahan dia goyangkan pinggulnya agar terpedoku masuk lebih dalam, dengan irama gerakanya semakin di percepat dia meronta ronta meinikmati gesekan terpedoku di setiap dinding lubang memeknya. tubuh mbak rubi mulai menegang dan hampir berteriak kenikmatan, spertinya mbak rubi tak mau terlalu cepat mencapai o*****e'nya di manahannya dan pergerakanya mulai di perlambat, dia keluarkan terpedoku dari lubang memeknya yang benar benar sudah basah. dia berbaring di tempat tidur sambil mengangkang tanpa di suruh aku sudah tau maksudnya. aku mulai menidihnya aku hujami memeknya dengan terpedoku. dia mendesah terus menerus. "aauhhhh...aachhhhh...aaaachhhh..." aku percepat gerakanku aku ingin cepat cepat menyelesaikan semua ini, karena aku takut dita keburu pulang, bagimana kalu dita sampaaia tau apa yang sedang aku lakukan dengan mbak rubi. tubuh mbak rubi menegang dan tangannya meremas lenganku, sedangkan aku sendiri sudah merasakan sesuatu yang akan keluar, dan bersamaan dengan teriakan kecil mbak rubi yang tertahan. "aaacccchhhh.....aaaaccccchhh" terpedoku menyemburkan cairqn kental yang membasahi m***k dalam mbak rubi. memek mbak rubi masih menjepit terpedoku dia benar benar sudah mencapai puncak kenikmatan.. segera aku memakai kembali pakaianku dan bergeas pergi meninggalkannya. dengan pikiran yang tak karuan aku masuk kerumah dan menyesali semua ini, aku telah menhianati dita istri yang setia menemaniku, aku terdiam sambil terus berfikir apa yang harus aku lakukan agar aku tak terus menerus terjerumus dalam dosa besar ini, bagaimana aq mempertanghung jawabkannya di akhirat nanti, rasa taku, rasa bersalah terus menghantuiku.. aku pergi kedapur membuat secangkit kopi untuk menenangkan sedikit pikiran kacauku ini
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD