rasa bersalah masih terus membayangiku, semakin lama aku semakin tertekan dengan ke adaan ini, hari hariku selalu di hantui rasa bersalahku kepada dita, sampai pada akhirnya aku teringat dengan Tujuanku setelah menikah dengan dita.. ya.. aku harus pergi menjauh dari mbak rubi, aku harus meninggalkan kota ini dan menghilang dari bayang bayang mbak rubi.
malam itu aku dan dita berunding kemana kita akan pergi dan memulai hari hari kami dan pekerjaan kami yang baru. tetapi kami masih belum sepakat dengan beberapa kota pilihan dita dan pilihanku. ada banyak pertimbangan, mulai dari segi pendapatan dan masa depan anak kami kelak. beberapa hari kami masih mencari cari informasi di kota kota dimana yang menurut kami cocok untuk kami tinggali, sampai suatu saat aku teringat seorang. teman lama di tempat kerjaku, aku coba hubungi temanku itu yang sekarang ada di sebuah kota besar. aku ceritakan niatku dengan istriku dita untuk mengadu nasib di kota temanku itu. dan kebetulan sekali ada perusahaan yang membutuhkan karyawan berpengalaman sesuai bidang kami, akhirnya kami mulai putuskan untuk berpindah di kota itu. kami mulai persiapkan berkas dan semua kebutuhan untuk melamar pekerjaan.
setelah satu minggu kami menunggu.
akhirnya sebuah surat datang yang menyatakan bahwa saya di terima dan bisa bergabung di perusahaan itu, dan yang lebih mencengangkan adalah gaji yang saya dapatkan 3 kali lipat dari yang aku dapatkan dikota ini. mungkin karena perbedaan daerah dan pengalaman kerjaku yang cukup lama. tetapi semua tidak berjalan mulus begitu saja, yang mendapatkan pekerjaan hanya aku sedangkan dita belum di terima di perusahaan itu. karena dita sedang hamil dan pengalaman kerja juga masih kurang sehingga dita tidak di terima di perusahaan.. kami mulai berfikir kembali, karena dita juga ingin membantuku mencari nafkah untuk keluarga.. dengan hati yang mantap aku putuskan untuk tetap pergi meskipun dita sedikit ragu. tetapi aku coba meyakinkan nya semua pasti ada jalan. aku akan semangat bekerja demi anak dan istriku karena itu memang tugasku sebagai kepala keluarga. dan sebagai laki laki bertanggung jawab. keesokan hari aku pasang iklan bahwa rumah yang kami tempati aku jual. tak butuh waktu lama rumah kami deal terjual dan kami bisa pakai uang hasil penjualan rumah untuk membeli rumah baru di kota baru yang akan kami tinggali.
saatnya hari dimana aku dan dita memulai langkah awal meninggalkan rumah lama kami, untuk pergi ke rumah baru yang akan kami tinggali dan memulai lembaran baru dikota baru, suasana baru, pekerjaan baru, dan orang orang baru. tiba tiba mbak rubi muncul dan kaget melihat kami membawa semua barang barang se'isi rumah yang kami masukkan di sebuah mobil box.
" kalian mau kemana? mau pindah rumah dimana kok ga kasih tau mbak rubi?"
aku hanya diam, dita mulai menjawab dengan di sertai minta maaf.
"maaf mbak aku lupa ngasih tau mbak rubi. mas tedi mendapat tawaran pekerjaan di kota teman lamanya dan gajinya lumayan besar"
" oh.. gitu.. kok mendadak sekali, terus rumah ini gimana"
"rumah ini sudah kami jual mbak, dan sudah di beli seseorang"
mbak rubi terdiam seperti memikirkan sesuatu tetapi matanya melirik ke arahku, aku hanya diam dan pura pura tidak tau,, setelah semua barang barang kami semua sudah masuk kedalam mobil box, aku kasih tahu dita untuk segera pamit dan pergi meninggalkan kota ini secepatnya, karena aku takut nanti mbak rubi berubah pikiran dan memberi tahu semua kejadian kejadian yang kami alami berdua.
"mbak kami berangkan dulu ya karena 2 hari lagi mas tedi harus sudah masuk kerja"
kata dita ke mbak rubi..
terdiam sejenak.." oh.. iya.. hati hati.. jaga diri baik baik"
kami mulai berangkat menempuh perjalanan menuju kota yang akan kami tinggali. setelah memakan waktu yang cukup lama kurang lebih 5 jam kami di perjalanan akahirnya kami sampai di tempat tujuan..sebuah rumah sederhana yang berada di kota yang cukup ramai sudah menyambut kedatangan kami.. kami mulai menurunkan barang barang dan berbenah menata semua perabot yang kami bawa dari rumah sebelumnya. rumah yang akan kami tinggali saat ini lebih besar dari yang sebelumnya dan yang paling membuat aku merasa sangat lega adalah aku sudah bisa menjauh dari mbak rubi.
setelah semua selesai orang orang yang membantu kamipun sudah meninggalkan kami, tinggal aku dan dita duduk di ruang tamu yang cukup nyaman bagiku. aku berkata kepada dita
"aku merasa bahagia dit, aku harap kamu bisa membuatas lebih semangat lagi untuk memulai hari hari baru kita"
"iya mas dita akan selalu ada buat mas dan anak kita kelak"
dan disinilah aku dan dita memulai semua kehidupan yang baru, tanpa ada bayang bayang mbak rubi lagi