Keputusasaan

1498 Words

Berjalan di bawah cahaya bulan, di temani angin malam yang menusuk tulang-tulang dan pepohonan yang meliuk-liuk karena terpaan angin. Naya terus melangkahkan kaki nya entah kemana kaki itu akan berlabuh, seakan mengerti dengan keadaan yang terjadi saat ini, ia mengirimkan kedinginan untuk memeluk tubuh itu di tengah kelemahannya. Kaki nya tertatih-tatih dan bulir-bulir air mata terus berjatuhan an membasahi pipi putih itu, Naya terus berjalan tanpa menyadari keadaan sekitar yang gelap hingga Naya melihat sebuah taman di terangi lampu-lampu dan ia pun memutuskan ke sana. Entah kemarin ia tertidur selama di perjalanan atau bagaimana, Naya baru tau kalau di sekitaran Villa nya ada taman. Naya duduk pada satu bangku panjang, ia pun menumpahkan tangis nya di taman itu sendirian. Naya menangisi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD