Bab 1 * Cewek Absurd
" Jangan menolak dulu karena tidak akan ada yang pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya, bisa saja penolakanmu hari ini menjadi awal kedekatan kita nantinya, jalani saja dulu hingga takdir menjawab semuanya" -Nayanika-
••••••
HAPPY READING ✨
Hari minggu adalah hari yang paling di tunggu bagi kebanyakan orang apalagi yang berstatus sebagai pekerja kantoran atau lain sebagainya dan juga pelajar tentunya. Karena hari minggu mereka bisa bersantai-santai dan meninggalkan aktifitas yang sering mereka kerjakan di hari-hari biasanya dan sama halnya dengan Nayanika, gadis cantik yang sudah rapih sejak dari tadi karena akan melewati hari minggunya dengan pergi ke Mall bersama asisten pribadinya yaitu Mira.
Setelah semua siap, Nayanika pun berangkat ke Mall bersama Mira tepat jam setengah 10 pagi. Setelah sampai di Mall, Nayanika mulai berkeliling membeli kebutuhannya termasuk tas baru untuk sekolah barunya minggu depan.
Lelah berbelanja, Nayanika pun mengajak Mira untuk ke tempat makan yang ada di restoran tersebut namun belum memilih tempat duduk, tiba-tiba Nayanika berjalan ke arah lain dan berhenti pada satu tempat yang di duduki oleh 2 orang.
" Hey, Jadi pacar aku ya?" Nayanika berdiri tepat di depan pria yang ia tembak secara tiba-tiba itu.
Hening
Hingga suara Nayanika kembali terdengar.
" Bagaimana, mau jadi pacar aku kan?"
Masih Hening tapi 2 bola mata itu masih menatap lekat bahkan tak berkedip.
" Kenapa? aku terlalu cantik ya buat kamu? Jadi kamu lihat aku terus ?"
" Gema, bicara dong. itu ada cewek cantik yang tembak kamu, " bisik seseorang ke yang bernama Gema.
" Ohh nama kamu Gema, kenalin nama aku Nayanika. oke aku ulangi ya, Gema mau jadi pacar aku kan?" tanya Nayanika dengan senyum manisnya dan tatapan mata yang sangat indah dan tajam.
" Hee,kamu dengar bisikan aku ?" tanya pria di samping Gema ke Nayanika.
" Ngana pikir dorang tak punya kuping he? Bisik kok seperti itu, satu mall ini juga bisa dengar kali," jawab Nayanika ketus ke teman Gema.
" Vadi, cabut. " akhirnya Gema bersuara juga tapi malah langsung pergi dan jalan tanpa menanggapi pertanyaan Nayanika. Gema pun melewati Nayanika yang masih berdiri di depan meja tempat Gema dan Vadi makan tadi.
"Ehh Gema kenapa tinggalin aku? Jawab aku dulu dong, " ucap Nayanika saat berjalan mencoba mensejajarkan langkahnya dengan Gema yang masih tidak peduli,ralat emang Gema dari tadi tidak peduli sih dengan Nayanika.
" Anda gila ya?"
Mungkin Gema lelah di kejar-kejar wanita yang entah dari mana ini. Tiba-tiba datang di depannya saat Gema dan sahabatnya Vadi tengah makan siang di sebuah mall , akhirnya Gema berhenti sebelum keluar dari mall dan Gema menatap Nayanika dengan sorot mata tajamnya.
" Iya aku gila, gila karena kamu tapi, " jawab Nayanika dengan cengiran.
" Non Naya sudah dong, dari tadi kita jadi tontonan gratis tau, " ucap Mira dengan mencoba menyadarkan Nayanika, kalau beberapa pasang mata dari tadi melihat adegan entah romantis atau horor ini. Hahhaha
" Tidak mau Mira, sebelum Gema jawab pertanyaan aku. aku akan kejar dia terus."
" Tolong ya siapa pun nama anda, bawa orang ini cepetan ke Rsj, takut saya lama-lama, " ucap Gema ke Mira sambil menunjuk Naya, kemudian Gema kembali berjalan di ikuti oleh Vadi menuju area parkiran.
"Dengar ya Gema mungkin hari ini kamu tolak aku, tapi besok-besok aku yakin kamu akan balas perasaan aku, " teriak Naya saat dia juga sudah berada di area parkiran bersama Mira.
Gema dengar teriakan Naya bahkan sampai di jalan raya pun orang masih bisa dengar teriakannya tapi ia tidak peduli dan tetap masuk ke dalam mobil bersama Vadi dan langsung melajukan mobilnya melewati Naya yang masih setia berdiam diri di bawah terik matahari.
" Lihat saja kamu, aku akan menaklukan pria seperti kamu, " gumam Naya, lalu ia berjalan menuju mobilnya di susul juga Mira .
Setelah sampai di rumah, Naya yang berjalan masuk ke ruang keluarga tiba-tiba ia oleng dan dengan sigap Mira membawa Naya duduk dan menyandar di sofa ruang keluarga Naya dan Mira mengacak tas Naya untuk mengambil obat nya. Setelah beberapa menit Naya minum obat,wajahnya yang tampak pucat tadi sudah sedikit lebih baik. Mira pun memapah Naya bersama mbo Darmi pembantu rumah Naya ke kamar Naya untuk beristirahat.
" Mira terima kasih ya sudah menolong aku."
" Iya non, itu sudah kewajiban saya menjaga dan merawat non Naya."
" Nona jangan banyak pikiran, terus nona tadi terlalu lama jalan di Mall jadinya non Naya lelah dan oleng , " ucap Mira.
" Iya Mira, sudah sana kamu keluar, aku mau istirahat."
Mira pun membungkukan badannya sejenak kemudian meninggalkan Naya yang tengah berbaring di kamarnya.
" Ma, sakit Naya kambuh lagi tapi cuman Mira dan mbo Darmi yang peduli dengan Naya, yang setia merawat dan menjaga Naya. Bahkan Naya tidak tau posisi mama sama papa dimana sekarang, mama dan papa masih sibuk dengan kerjaan ketimbang bertanya kabar Naya bagaimana. Apakah pekerjaan kalian lebih penting ketimbang Naya?"
Naya bermonolog sendiri dengan menghembuskan napasnya kemudian menutup matanya untuk tidur siang mengistirahatkan badan dan hatinya yang lelah.
°°°°°
Setelah mengantar Vadi balik ke rumahnya, Gema akhirnya sampai juga di rumahnya dan langsung di sambut senyum manis dari sang bunda.
" Dari mana bang?" Tanya sang bunda saat melihat anaknya berjalan masuk ke dalam rumah.
" Dari jalan bun sama Vadi."
" Bunda pikir sama pacar abang. Kenapa jalan sama Vadi terus si bang, tidak niat gitu jalan sama cewek?"
" Belum minat bund, masih ada Vadi dan teman abang yang lain yang setia temani abang jalan."
" Vadi sama teman abang yang lain kan juga ingin jalan kali bang sama ceweknya, tidak mungkin dong Vadi jalan terus sama abang nanti kalian di pikir sakit lagi."
" Vadi jomblo bund jadi masih aman jalan ama abang nanti kalau Vadi sudah punya pacar, baru deh abang kurangin jalan sama Vadi. "
" Kamu itu ada saja alasannya kalau di singgung soal pacar . Ya sudah sana kamu mandi, bau tau kamu bang, " ucap bunda Gema dan Gema pun langsung naik ke lantai 2 kamarnya.
Walaupun Gema ketua geng yang di takuti Sentero sekolah dan sekitarnya tapi jika dia sudah berada di rumahnya ia akan berubah menjadi Good boy apalagi ia berhadapan dengan Bundanya, rasanya Gema sangat berdosa karena merasa membohongi orang tua dan keluarganya karena kelakuan Badboy nya di luar rumah , tak ada satupun keluarganya yang tau, tapi itu lebih baik dari pada mereka serangan jantung jika mengetahuinya.
Gema menghempaskan badannya di atas kasurnya dan ia pun menatap lekat langit-langit kamarnya hingga pikirannya tiba-tiba kembali pada kejadian di mall beberapa jam yang lalu dimana dia asik makan bersama Vadi di selingin bicara soal geng mereka, tiba-tiba ada seorang gadis menurut Gema, cewek itu cantik,imut dan matanya sangat indah dan tajam tapi gila.
Ya bagaimana tidak gila menurut Gema, cewek itu langsung datang di depannya dan langsung menembak dia buat jadi pacarnya tanpa tendeng alih kenal atau minta nomor pada umumnya, mana ada cewek normal yang melakukan hal absurd seperti cewek itu tadi lakukan ke dia. Bukannya menyerah saat Gema diam dan menatap tajam Naya yang Gema ketahui namanya itu, malah Naya gencar dan terus mengejar dia sampai parkiran malahan. Memang gila itu cewek pikir Gema, di tambah Vadi malah meledek dia lagi saat di mobil tadi karena tidak menjawab pernyataan cewek cantik tadi.
" Gila Gem, Ketua geng DD (DareDevil) di tembak cewek cantik. Muka sangar seperti itu masih ada ya cewek cantik yang mau sama kamu. " ledek Vadi tadi.
" Kenapa kamu tidak menerima dia saja sih Gem, cantik tau itu cewek. Lumayan buat penghalau fans-fans kamu di sekolah." Gema hanya diam mendengar celotehan Vadi tadi.
Lelah memikirkan hal yang buat Gema geleng-geleng kepala, Gema memutuskan untuk mandi saja karena gerah habis keluar jalan.