Murid Baru

1896 Words
HAPPY READING ! ***** Pagi-pagi Naya sudah rapi dengan pakaian sekolahnya, setelah sarapan Mira pun siap mengantarkannya ke sekolah barunya, ya mulai hari ini Naya resmi pindah sekolah lagi karena Tugas papanya, meskipun mereka jarang bertemu tapi setiap papanya pindah tugas, sekolah Naya akan berdampak pindah juga dan selama ia duduk di bangku SMA ia sudah terhitung pindah sebanyak 3 kali hingga saat ini. " Sudah siap non, untuk ke sekolah barunya? " " Siap dong Mir, harus, " jawab Naya semangat, dan Mira pun melajukan mobilnya membela jalanan di pagi hari. 5 menit sebelum pukul 7, Naya sudah berada di sekolah dan tengah duduk di ruangan kepala sekolah untuk menunggu bel masuk agar ia bisa ke kelasnya. Trrringggggg Bel masuk sudah berbunyi, Naya bersama seorang guru berjalan ke sebuah kelas, suasana yang ribut tiba-tiba hening saat seorang guru masuk bersama seorang siswa baru. " Selamat pagi anak-anak. " " Selamat pagi bu, " balas siswa-siswi yang berada dalam kelas ini. " Baiklah, hari ini kita kedatangan teman baru. Silahkan nak kamu memperkenalkan dirimu. " Ibu guru itu pun menyuruh Naya memperkenalkan diri. " Hallo, semua. Perkenalkan nama saya Nayanika Andreas, tapi kalian boleh memamggilku Naya, senang berkenalan dengan kalian semua, " sapa Naya ramah ke teman kelas barunya, dan di pojok kelas tersebut seseorang tengah menatap Naya intens. " Bro, itu bukannya cewek gila yang tembak kamu tempo hari? " Tanya Vadi sembari berbisik ke arah Gema yang menenggelamkan wajahnya di atas meja. " Tidak tau, " balasnya cuek dan masih menenggelamkan wajahnya di atas meja. " Haii, cantik sekali kamu. " " Nomor WA nya dong." Goda para lelaki di kelasnya dan Naya hanya tersenyum ramah menanggapinya. Setelah memperkenalkan diri, Naya pun di persilahkan duduk oleh sang guru, kebetulan bangku yang kosong tepat di samping Gema, Naya pun berjalan ke arah kursi kosong tersebut tanpa menyadari keberadaan Gema karena masih menenggelamkan wajahnya. " Hai, ketemu lagi kita, " Sapa Vadi saat Naya sudah duduk di kursinya, Naya pun menoleh ke samping dan mendapati pria yang ia ketemu tempo hari di mall. " Ohh haii, ternyata kita satu sekolahan ya bahkan se kelas. Aku Naya, kita kan belum kenalan secara resmi, " Ucap Naya ramah tetapi sedikit pelan karena guru yang menemaninya tadi mulai untuk mengajar. " Iya, aku Vadi, " balasnya sambil tersenyum. " Dia kenapa? " tanya Naya berbisik sambil menunjuk seseorang yang lagi tidur, mungkin. Dengan gaya orang tidur, Naya mengerti kode dari Vadi. Dan setelah itu, Naya pun fokus pada mata pelajaran Matematika dari bu Yuni. Saat bel bunyi tanda istirahat, anak-anak kelas XII Mipa 2 pada berhamburan untuk menuju kantin, termasuk Vadi dan ternyata itu Gema yang duduk di meja sebelah Naya dan Naya baru tau saat Gema dan Vadi berjalan menuju kantin. " Hai kamu, ketemu lagi kita, " Sapa Naya dengan senyum ke Gema saat berdiri hendak ke kantin, dan Gema hanya meliriknya kemudian berlalu di ikuti Vadi yang meminta maaf akan sikap cuek Gema. " Kamu kenal Gema? " tanya teman sebangkunya. " Tidak, baru melihat dia sekali di mall, " jawab Naya. " Terus kenapa kamu dengan beraninya menyapa dia? " " Memangnya kenapa? kita kan sekelas, bahkan sebelum tau namanya aku sudah tembak dia duluan. " teman sebangku Naya yang bernama Mia itu menganga tak percaya apa yang barusan Naya ucapkan, gila memang murid baru ini. " Berani sekali kamu Nay, kamu tau tidak Gema itu siapa? " " Ya anak kelas XII Mipa 2 dan siswa SMA Pembangunan, " jawabnya polos dan Mia auto memukul kepalanya karena greget dengan teman barunya ini. " Dengar ya Naya, Gema itu ketua Geng dari Daredevil, geng sekolahan ini yang di takuti dan di segani bahkan di luar sekolah kita. Kerjaannya malas-malasan, bolos, tawuran,balapan, pokoknya hal yang orang normal tidak lakukan, dia itu Nakal alias badboy, " jelas Mia, dan Naya kaget mendengar fakta terbaru soal Gema. " Tapi aku suka, bagaimana dong Mi? " " Terserah kamu deh Nay, yang jelas aku sudah mengingatkan ya ke kamu sebelumnya dan ingat juga dia itu cuek sekali orangnya. Sudah ahh yuk ke kantin, nanti jam istirahat habis lagi. " Naya dan Mia pun berjalan bersama menuju kantin yang sudah ramai. Naya dan Mia pun lagi cari tempat yang kosong saat mereka sudah memesan makanan, Mia dan Naya celingak-celinguk mencari tempat duduk hingga Mia melihat di pojok kantin masih ada bangku kosong, Mia dan Naya berjalan ke tempat duduk itu dan meletakan makanannya dan siap menyatapnya sedangkan sejak kedatangan Naya dan Mia, tepatnya sih Naya, seseorang tengah memerhatikan Naya yang sibuk dengan mie ayamnya hingga tak sadar beberapa pasang mata memerhatikannya hingga makanannya tandas dan juga es tehnya. "Enak juga ya makanan di kantin ini," ucap Naya setelah menghabiskan es teh nya. " Iya dong, makanya kantin ramai terus. Kalau tidak cepat kadang tidak kebagian tempat duduk," jawab Mia dan Naya hanya manggut-anggut sambil menyesap es teh nya yang sudah habis namun masih menyisahkan es batu nya saja. " Nay, tatap ke arah jam 4," ucap Mia berbisik sambil meneguk ludahnya. " Apaan sih?" Tanya Naya heran dan Naya pun menatap sesuai yang Mia katakan dan Naya kaget ternyata di samping meja nya ada Gema, Vadi dan 3 orang temannya yang Naya belum kenal. Dengan sok akrabnya Naya menyapa dengan melambaikan tangan ke Vadi, Gema dan 3 lainnya membuat yang lain heran melihat keberanian Naya. " Cabut yuk Nay, cepat," ucap Mia takut-takut, cilaka ini Naya berurusan sama Bad boy nya sekolahan , otomatis ia juga akan terseret menurut Mia, namun Naya menepis tangan Mia yang menarik nya dan malah berdiri menghampiri Gema dan kawan-kawan. " Hai Gema, Hai, Vadi , kalian di sini juga ternyata," sapa Naya dengan santainya sedangkan yang lain menatap Naya dengan horor sambil berbisik-bisik tapi Naya tidak peduli. " Hai Naya," sapa balik Vadi sedangkan Gema masih diam bermain hp sejak kedatangan Naya di mejanya, 3 orang sahabatnya masih diam menatap kedatangan Naya,tumben-tumbennya ada perempuan yang berani dekat dengan mereka walau perempuan-perempuan di sekolah mereka sangat ingin dekat dengan mereka karena ketampanan dan kekayaan mereka tapi mereka tidak ada yang berani karena jika ada yang berani dekat, siap-siap saja mereka akan menangis karena entah Gema dkk membully atau melakukan hal yang menyakitkan. " Siapa?" Bisik salah satu temannya ke Gema, tapi malah Gema mengangkat bahunya tak tau dan tak mau menanggapi. " Kenalkan, ini Naya. Siswa baru di sekolah kita tapi dia sekelas sama aku dan Gema," jawab Vadi pada sahabatnya yang belum kenal. " Hai, kenalkan sama aku Naya, kalian siapa? Kita tidak sekelas kan?" 3 orang itu menggeleng dan menyambut uluran tangan Naya dan menyebutkan namanya satu persatu, Eric,Leo dan Fandi. " Salam kenal ya, btw itu Gema lagi sakit gigi ya?" Tanya Naya ,membuat 4 orang itu menatap Naya heran sambil kompak menggelengkan kepalanya. " Terus kenapa tidak mau bicara kalau tidak sedang sakit gigi?" Sontak 4 orang itu langsung menatap Gema kemudian tertawa terbahak-bahak membuat Naya balik heran karena tidak tau apa yang terjadi. "Astaga dasar siswi baru,belum tau Gema itu siapa dan bagaimana," jawab Eric sambil memegang perutnya karena ketawa melihat kepolosan Naya. Gema yang bosan melihat ia di ledek dan ini semua karena ulah Naya,langsung mendorong kursi nya ke belakang lalu berdiri meninggalkan sahabatnya yang sudah berusaha menahan tawanya karena melihat Gema akan pergi pertanda ia tidak suka situasi ini. Saat Gema berjalan hendak meninggalkan kantin, Naya segera mengejar Gema dan meraih tangannya tapi Gema malah menghentakan tangan Naya membuat ia meringis karena sakit. " Kenapa pergi?" Naya malah bertanya ke Gema dengan wajah polosnya dan juga sorot mata tajamnya. " Gema, bicara dong. Kenapa sih kamu kaku sekali, kita kan sudah kenalan, kamu marah dengan kejadian di mall?" Gema sudah tidak tahan, sejak bertemu dengan Naya hidupnya selalu di ganggu perempuan ini sedangkan dari dulu ia benci dekat dengan perempuan , hanya ada satu perempuan yang berani dekat dengan Gema, yaitu Laura namun hari ini ia tidak masuk ke sekolah. " Kamu tidak usah sok kenal sama aku, karena aku tidak mau kenal sama kamu," ucap Gema dengan suara lantang sambil menunjuk muka Naya, membuat yang lain bisa mendengar ucapan menusuk Gema ke Naya. Naya bingung karena ia tidak mengerti kenapa Gema sepertinya sangat benci dengannya padahal Naya hanya ingin berteman terlepas dari rasa sukanya ke Gema. " Kenapa?" Tanya Naya polos. Sedangkan dadanya sudah bergemuruh menahan sakit karena mendengar suara besar Gema. Gema tidak menanggapi pertanyaan Naya lagi dan langsung pergi , kemudian 4 sahabatnya langsung pergi mengejar Gema yang ia tau kemana arah tujuan sahabatnya itu, Gema pasti akan ke rooftop sekolah, tempat nongkrong mereka. " Yuk, ke kelas. Sebentar lagi bel masuk," ucap Mia menghampiri Naya yang masih melamun sambil menahan rasa sakit di dadanya. " Kita ke toilet sebentar ya, Mi." Mia pun mengangguk, saat meninggalkan kantin, cewek-cewek membicarakan Naya dan Naya dengar jelas itu. " Makanya jangan sok akrab sama Gema." " Sok cantik sekali dia,mau deketin Gema." " Anak baru saja belagu deketin Gema." Dan masih banyak lagi bisik-bisik yang Naya dengar namun ia tidak peduli dan Mia merangkul Naya karena kelihatan Naya lagi lemas dan sesampainya di dalam toilet Naya langsung luruh ke lantai toilet membuat Mia panik melihat Naya yang sudah lemas. "Nay, Naya,kamu kenapa?" Tanya Mia panik melihat Naya yang sudah bersandar di dinding toilet lemas sambil dadanya naik turun karena sesak nafas. Naya hanya menggelengkan kepalanya lemas, kemudian meraih obat di dalam saku rok nya yang memang Naya selalu bawa kemana-mana dan langsung meminumnya karena kebetulan Mia membawa sebotol air dari kantin. Setelah beberapa menit meminum obatnya, tempo sesak nafas Naya sudah mulai berkurang,dia juga sudah tidak terlalu lemas dan Naya juga sudah merasa sedikit membaik membuat Mia sedikit lega. " Naya, kamu kenapa? kamu pulang saja ya, muka kamu pucat sekali," ucap Mia khawatir. " Tidak usah Mia,aku masih bisa lanjut kok,aku juga sudah minum obat . Kita ke kelas saja , bel sudah berbunyi, nanti guru mencari kita." Mia pun membantu Naya berdiri kemudian memapahnya ke kelas. " Mia aku minta tolong, kamu jangan cerita ke siapa pun soal kondisi aku yang kamu lihat tadi, ya. Aku mohon," pinta Naya saat mereka masih di jalan ke kelas. " Iya Nay, tapi kamu sakit apa sebenarnya?" " Nanti saja pulang sekolah aku cerita." Mia pun hanya mengangguk. Mia adalah teman pertama Naya di sekolah karena mereka sekelas dan sebangku. Walau mereka baru kenal tapi Naya merasa Mia orang baik, bisa di lihat Mia langsung akrab dengan Naya yang orang baru sedangkan yang lain seakan tak mau mengenal Naya walau mereka sekelas. Sebelum masuk ke kelas, Naya meminta Mia untuk tidak memapahnya lagi karena ia tidak mau kelihatan lemah dan sakit, dan sesampainya di kelas guru nya sedang mengabsen dan pak guru pun menanyakan kenapa Naya dan Mia telat masuk ke kelas, Naya dengan dalih dari toilet karena sakit perut,pak guru pun percaya begitu saja, Naya dan Mia pun berjalan ke bangkunya. Vadi melirik Naya saat sudah duduk di bangkunya, wajahnya tampak puncat, berbeda saat mereka ketemu di kantin tadi. " Naya kenapa ya Gem, sepertinya lagi sakit deh, wajahnya pucat," bisik Vadi ke Gema tapi Gema tidak menggubris dan fokus mendengar pak guru yang mulai menjelaskan materi pelajaran Sejarah. " Kamu tidak apa-apa?" Tanya Mia saat melihat Naya seperti lemas mencatat materi pelajaran, dan Naya menggeleng sambil memamerkan senyumnya ke Mia agar Mia tak khawatir, sedangkan sepasang mata sedang melirik Naya tanpa ada yang tau.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD