15. A Date

2275 Words

"Vano." Vano melirik Freya yang tengah duduk tepat di sebelahnya. Mata Freya yang habis menangis masih terlihat merah di sudut matanya. Tapi bukan hanya karena dia menangis sebelumnya, saat ini wajah gadis itu juga merah saat dia memerhatikan tautan tangannya dengan Vano di dalam angkutan bis umum yang tengah mereka naiki saat ini. "Bisakah....... Kamu melepas tanganku? Aku tidak akan kabur lagi." Dengan suara pelan, Freya bicara saat gadis itu sudah tidak tahan lagi dengan para gadis yang bergosip di belakang mereka. Setelah mereka saling bertukar pikiran di gang sepi sebelum ini, Vano tiba-tiba saja membawanya kabur dengan kedok agar Vano bisa menghibur Freya setelah kesedihannya. Saat ini Freya bahkan tidak tahu Vano akan membawanya ke mana, karena pemuda itu hanya mengucapkan kata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD