Sudah hampir satu jam Amanda menunggu di sofa empuk bernuansa silver di salah satu gedung pencakar langit daerah Jakarta Timur. Sumpah demi apapun Amanda adalah orang yang tidak sabaran kalau disuruh menunggu. Terkecuali kalau gadis satu ini mempunyai maksud tertentu. Amanda rela menunggu berapa lama pun waktunya. Seperti sekarang ini. Amanda sengaja tidak ingin mengganggu aktivitas Bimo di dalam ruang kerjanya. Gadis itu hanya membolak-balik lembaran majalah secara kasar. Kebosanannya sudah membulat di dadanya. Disandarkan punggung Amanda ke dinding sofa. Ia menghela napas bosan. Meletakan majalah di atas wajahnya. Kepalanya mengadah ke atas. Tidak lama kemudian terbuka pintu besi dengan sekotak kecil kaca transparan di salah satu sisinya. Akhirnya orang yang ditunggu-tunggu Amanda

