Lara Hati

1619 Words

Senja itu Aisha tampak menyusuri jalanan menuju rumahnya. Dilihatnya orang-orang sekitar juga sama-sama baru pulang setelah seharian penuh mencari nafkah. Sepanjang jalan wanita itu memikirkan soal putranya yang tiba-tiba memiliki banyak uang. Ingin sekali ia sampai ke rumah dan menginterogasi Deniz lagi. Aisha mempercepat jalannya saat langit mulai gelap. Sesampainya di apartemen, ia langsung naik ke lantai tiga–tempatnya bernaung selama ini. "Kakak, Deniz di mana?" tanya Aisha begitu sampai di dalam rumah. Wanita itu menaruh sepatunya di rak kecil. Ia melirik ke arah ruang tamu. Dilihatnya Nermin yang tengah asyik menonton TV dengan menikmati cemilannya, sampai tak merespon pertanyaan Aisha. "Deniz! Deniz!" Aisha berteriak memanggil putranya. Namun suara bising televisi sepertinya me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD