Pagi hari menyongsong, membuat burung-burung beterbangan meninggalkan sarangnya. Aisha tampak usai mempersiapkan sarapan pagi. Dengan suasana hati gembira, ia menyiapkan nasi goreng lengkap dengan telur dadar kesukaan Deniz. Tak lama Deniz, pemuda tampan itu akhirnya keluar dari kandangnya juga. Setelah semalaman mengurung dirinya di dalam kamar, ia kini sudah rapi dengan seragam sekolah yang dilapisi jaket. Tak lupa pula menyongsong ransel di pundaknya. "Sayang, kau sudah rapi? Sudah mau berangkat sekolah?" Pemuda itu tetap diam tak merespon pertanyaan ibunya. Bahkan ia tak sudi untuk memindahkan pandangnya ke arah Aisha. "Deniz, lihat! Ibu sudah buatkan makanan kesukaanmu!" seru Aisha mencoba menghibur putranya yang sedang kesal padanya. Aisha membawa sepiring nasi goreng tersebut un

