Di sebuah sekolah menengah atas, dan merupakan salah satu sekolah terbaik di kota Jakarta, tampak siswa-siswi yang sedang berlalu lalang di halaman. Saling mengobrol dan sekadar bertegur sapa. Sekolah tersebut terkenal dengan siswa-siswanya yang tajir. Tak sedikit pula anak-anak artis dan para pejabat yang menempuh pendidikan di sana. Seorang pemuda tampan tampak berdiri saja sembari memperhatikan setiap siswa yang masuk ke dalam sekolah. Alisnya yang tebal itu menciptakan wajah tegas nan dingin. Sedangkan matanya yang coklat terang tak lepas dari gerak gerik mereka. Agaknya ia masih ragu untuk bersosialisasi dengan mereka yang terlihat lebih berkelas darinya. Pemuda itu mengerjap, lalu hendak membalikkan tubuhnya. Namun tanpa sengaja ia menabrak seorang gadis yang kebetulan lewat di san

