Sebuah Misi

1953 Words

Saat embun membasahi dedaunan, Derya tampak melintasi jalanan macet. Ia mencari-cari taksi tetapi sayangnya semunya sudah terisi. Wanita itu menjadi cemas, takut kalau akan terlambat di tempat kerja. "Kenapa pagi ini taksi tidak ada yang kosong?" keluhnya seraya mengangkat tangan di kening berupaya menghalangi silau sang mentari. "Lebih baik aku cari bus saja, daripada menunggu sampai siang." Wanita itu melangkah, mencoba menyebrang karena halte bus berada di sebelah kiri jalan. Dengan gesit ia melewati beberapa kendaraan yang bersabar menunggu depannya kosong. Namun nasib sial menimpanya. Saat ia hampir sampai di pinggiran jalan, sebuah mobil hitam dari arah lain menabraknya. "Aduh!" Kaki wanita itu terkilir. Dengan marah ia menggebrak kepala mobil. "Apa kau tidak punya mata saat berja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD