Mamanya menginap semalam di rumah sakit dan pulang untuk beristirahat pagi itu. Jika dia di rumah, pasti mamanya akan memasak untuknya. Ia mengira makan malam ini adalah hasil kerja ibunya. Namun saat Bik Minah membuka wadah makanan untuk disantap, ia tahu itu bukan masakan mamanya. Humam langsung kecewa. "Mamamu mungkin harus keluar karena ada urusan. Kita makan dulu, ya?" "Aku tidak mau." Ia sudah berhari-hari tidak mencicipi masakan ibunya, dan ia merindukan cita rasa unik yang hanya bisa diciptakan oleh ibunya. "Mas Humam, kau perlu makan agar cepat sembuh. Ayo, jaga dirimu, ayo makan malam." "Aku ingin makanan mama. Telepon dia dan suruh dia kembali dan masak untukku." "Ini..." Bik Minah ragu-ragu, jelas bingung. Namun wajah Humam mengeras, kerutan dahinya membandel, matanya b
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


