Pantas saja Miranti sangat ingin ia pergi. Jelas, Evan masih sangat penting baginya. Yang bisa ia lakukan hanyalah mendesaknya untuk menjaga diri, dan memintanya untuk meneleponnya jika ia membutuhkan sesuatu. Cindy memperhatikan mereka saling berbalas isyarat. Herry bisa berbicara, tetapi ia juga fasih berbahasa isyarat dan ia mengerti setiap gerakan. Raut wajah Cindy yang elegan dan dingin berubah menjadi amarah yang semakin dalam. "Apa yang kalian berdua rencanakan di sana? Membuat pertemuan yang mencurigakan?" Herry geram, tetapi Miranti dengan tegas mendorongnya keluar pintu sebelum ia sempat protes. Tak ingin mempersulit keadaan, Herry tetap diam. Saat ia melewati Cindy, ia meliriknya sekilas dengan acuh tak acuh. Cindy menyilangkan tangan dan mendengus dingin. Orang ini punya

