Part 54

853 Words

Ia membungkuk, mengusap bibir Miranti, lalu bergumam dengan suara serak, "Maaf. Aku bermaksud datang tengah malam untuk merayakan ulang tahunmu, tapi ada kecelakaan kecil dalam perjalanan mengambil kue. Aku terlambat." Evan menegakkan tubuh, dan Miranti melihat kotak kue yang dibungkus elegan di tangannya. Tujuh tahun—ia belum pernah merayakan ulang tahunnya selama itu. Ia hampir lupa bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya. Tapi Evan ternyata ingat. Hati Miranti segera diliputi badai, kacau balau. Dulu, ia akan memberikan apa saja untuk mendapatkan kelembutan seperti ini darinya. Tapi kenapa sekarang? Disaat hidupnya hanya tinggal menghitung hari. Evan meletakkan kue di meja kopi di ruang duduk dan dengan hati-hati membuka kotak itu. Di dalamnya ada kue angsa hitam. Kue itu haru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD