Keesokan paginya, Miranti kembali ke rumahnya, cincin itu tersimpan rapi di dalam tasnya. Bik Minah menyambutnya di pintu, berseri-seri kegirangan. "Ibu, Pak Evan pulang dalam keadaan marah tadi malam waktu dia tau ibu pergi dari rumah. Tadi malam Pak Evan mencarimu, kan?” Wajah Bik Minah memancarkan kegembiraan, tetapi ekspresi Miranti tetap kaku dan tak terbaca. Bik Minah tersenyum hangat. "Memang ada pasangan yang bertengkar, tapi masalahnya selalu selesai. Kenapa tidak manfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat hubungan anda dan Pak Evan, bu? Kalian berdua sudah punya anak. Masalah apapun bisa di selesaikan.” Tadi malam, Evan bergegas pergi begitu menerima telepon tentang Silvia. Dia bahkan belum pulang? Evan berusaha mempertahankan Miranti demi menyembunyikan obsesi terlarangn

