Part 23

1021 Words

Miranti tidak pernah membuat keributan separah ini sebelumnya. "Kau membuat keributan, memaksaku untuk datang menjemputmu sendiri. Dan sekarang kau bersikap polos, seperti orang suci yang tak tersentuh?" Miranti tidak mengerti sepatah kata pun yang diucapkannya. Ia hanya mengangkat tangannya, perlahan membentuk kata-kata dalam bahasa isyarat: "Evan, ayo kita bercerai." Dunia seakan membeku selama belasan detik. Senyum mengejek dan dingin tersungging di bibir Evan. "Kau umumkan pernikahan kita di siang bolong, lalu malamnya kau minta cerai ? Kau benar-benar menguji kesabaranku, ya?" Kesabaran? Siapa yang menoleransi siapa sebenarnya? Lagipula siapa yang mengumumkan pernikahan mereka ke public? Evan sudah membawa kekasih terlarangnya pulang, dan dia masih berani bicara tentang to

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD