Bab 5 season 3

1444 Words
Freya membuka mata pagi ini, ia melihat Ren tengah tertidur di sampingnya. Melihat wajah Ren untuk beberapa kali saat pagi adalah mood booster untuk Freya akhir-akhir ini. "Ehm..." suara Ren yang nampak akan membuka matanya Freya ingin bangun, perutnya terasa sangat lapar. Namun sayangnya tubuhnya masih lemas dan tak bertenaga. "Bee... Sudah bangun..." suara serak Ren mengejutkan Freya yang berusaha bergerak "Hmm... Iya.." "Apa kau lapar? Sebentar... Aku panaskan dulu makanannya..." Ren beranjak dari tempat tidur menuju dapur Freya hanya bisa pasrah di atas tempat tidurnya. Dia tak pernah merasa tidak enak badan seperti ini. Kali ini benar-benar membuatnya harus beristirahat. Ren kembali dari dapur, membawakan semangkuk sup dan bubur. "Apa kau bisa bangun?" tanya Ren Freya hanya menggeleng menjawabnya "Sini aku bantu" Ren meletakkan makanannya di atas nakas dan membantu Freya untuk duduk "Aku bisa makan sendiri, Ren, " ujar Freya yang menolak di suapi Ren "Sudahlah.. Buka mulutmu atau kusumpal dengan mulutku!" Seketika Freya membuka mulutnya dan memakan makanannya hingga habis. "Kau tak makan?" tanya Freya "Sudah..." "Bohong..." Ren hanya tersenyum menanggapi Freya. "Sepertinya panas badanmu sudah turun, setelah makan minum obat ini" "Dari mana datangnya obat ini?" "Aku memanggil dokter kemari untuk memeriksa kondisimu" "Hmm... Terima kasih..." "Maaf..." "Untuk apa?" "Telah membuatmu sakit..." "Akhir-akhir ini memang kondisiku sedang tidak bagus, jadi bukan salahmu... Sudahlah..." "Tetap saja..." "Aku ada janji dengan Yuki, aku harus pergi..." ujar Freya yang akan bangun dari ranjangnya " Tidak... Kau harus istirahat!!" "Tapi..." "Tidak tetap tidak!!! Jangan membantah Bee!!" "Ya sudahlah!!" Freya memanyunkan bibirnya dan kembali tidur, menarik selimut hingga menutup wajahnya. Ren yang melihat tingkah kekanakan Freya hanya bisa menghela nafas. Ia keluar dari kamar Freya untuk mengembalikan peralatan makan. ' Apa-apaan bastard itu!! Aarrrgghhh.... Aku bosan disini!!!' batin Freya *** Text Message From Yuki 'Kamu dimana sist?, aku nungguin nih di ichibana!' To Yuki 'Sorry sist!! Aku sakit!!' From Yuki 'Astaga... Kau tinggal dimana? Aku akan kesana sekarang! Ku bawakan makanan' To Yuki 'Apartemen Shibuya empat,lantai dua puluh nomor dua ribu dua' From Yuki 'Okay... On the way' Freya tersenyum senang karena ia tak akan bosan lagi sebentar lagi. 'Astaga... Aku lupa ada Ren...!!' batin Freya "Ren..." panggil Freya "Hmm.." "Kau tak ingin kembali ke apartemenmu?" "Kau mengusirku sekarang?!" "Ehmm.. Temanku akan kemari, ia juga karyawan di kantor.." "Lalu?" "Apa kau tak malu ketahuan menjalin hubungan dengan asistenmu?" "Tidak...!" "Sudahlah.. Lupakan.." Ting... Tong... Ceklek... "Haii....." suara Yuki terhenti "Maaf Tuan..." lanjutnya "Masuklah, ia ada di kamar! Aku akan meninggalkan kalian, bilang padanya bahwa aku kembali ke kamarku!" terang Ren kesal "Baik Tuan..." Braaakk.... Yuki masuk kedalam kamar Freya, ia melihat Freya yang tengah bermain ponsel dan memegang gelas berisi air putih. "Woi.. Apa-apaan itu tadi?" ucap Yuki dengan melempar bantal ke arah Freya "Hmm.. Apa?? Loh dimana Ren?" "Pulang..." jawab Yuki ketus "Hmm.. Mana makanan untukku?" "Aku taruh di dapur.." "Baiklah... Ayo makan..." ujar Freya yang berusaha bangkit Yuki masih kebingungan mengenai Ren yang berada di kamar Freya. Ia terus memikirkannya hingga akhirnya Yuki bertanya pada Freya. "Tuan Ren... Apa kau punya hubungan dengannya?" "Hmm menurutmu?" "Ayolah Fre... Jawab yang benar... Bagaimana bisa CEO ada di kamarmu..!" "Kamarnya ada di samping kamarku!" "Hah! Serius? Astaga..." Dddrrtt... Ddrrttt... Text Message From Yuka 'Chloe... Ada job... Kamu bisa datang? Aku tak bisa menghubungi Ren.. Tolong kamu beri tahu dia.. Okay?!' "Yuki, sebentar ya.. Kamu disini dulu.." "Mau kemana?" "Kesebelah..." Freya keluar dari kamar menuju kamar milik Ren. Ia mengetuk pintu berkali-kali namun tak ada jawaban. Ia mencoba membuka pintu, dan ternyata tak terkunci. Freya masuk kedalam apartemen Ren, mencari keberadaannya. "Ren..." panggil Freya Freya mencoba mengintip di kamar, namun Ren tak ada disana. Ia kembali menyusuri setiap sudut rumah, hingga ia melihat ada satu ruangnya yang sedikit terbuka. Freya melihat kedalam ruangan itu. benar saja, ia melihat Ren mengenakan headphone dan sedang bermain game disana. "Pantas ia tak mendengar... Hmm" Freya mendekati Ren perlahan, melepaskan headphone yang di kenakan oleh Ren. Sebelum berhasil melepaskannya tangan Ren sudah menarik Freya kedalam pangkuannya. "Ren.. Lepaskan..." "Kau sudah sehat sayang.." "Yuka menghubungiku... Ia berkata kalau ada job untuk kita.." "Hmm baiklah..." Freya berusaha melepaskan diri dari pangkuan Ren, namun ia tak berhasil. Ren mendekati wajah Freya dan melumat bibirnya. Freya juga membalas lumatan itu, kini ia terbiasa dengan perlakuan Ren. "Ehm..." Mereka saling bertukar saliva, bermain di dalam rongga masing-masing. "Ahh.." desah Freya karena Ren tengah meremas payudaranya "I love you" bisik Ren Wajah Freya memerah karena malu, ia hanya tersenyum membalas ucapan Ren. "Apa kau tak memiliki perasaan padaku?" tanya Ren memastikan "Entahlah... Perasaanku tidak menentu.. Apa kau sungguh-sungguh dengan ucapanmu? Kau tau, aku tak yakin dengan perasaanmu... Karena kita baru saja saling mengenal..." "Tak apa... Aku akan membuatmu mencintaiku..." "Kau yakin bisa?" tantang Freya "Tentu..." "Satu kesalahan fatal kau tidak akan pernah melihatku lagi, Ren!" "Aku tau..." Ren melepaskan Freya, kini mereka akan bersiap untuk menuju basecame. Freya hampir lupa dengan Yuki yang masih ada di kamarnya. "Lama sekali Fre... Aku ada janji... Jadi aku harus pergi.." pamit Yuki "Oke, aku juga ada kerjaan... Terima kasih sudah datang... Sampai jumpa besok di kantor" "Okay!" Freya mengganti pakaiannya, ia mengenakan hotpants dengan baju crop dan tak lupa headphone yang ada di lehernya. Ceklek... "Kau sudah siap sayang?" tanya Ren yang sudah menunggu di depan apartemen Freya "Okay.. Let's go.." *** (Basecame) Tiba-tiba saja Yuka memeluk Ren yang sedang terdiam bermain ponsel. Entah apa yang mereka bicarakan, Freya hanya bisa melihatnya dari balik jendela. Yuka seperti sedang menyatakan perasaannya, namun entah bagaimana tanggapan Ren. Yang ia tahu Ren membalas pelukan itu dan mencium kening Yuka. Freya tengah berlimang air mata, ia hanya bisa menahan rasa sakitnya. Di belakang nya ada Black yang sedang melihatnya mengusap air mata. Black mendekati Freya, ia menarik tangan Freya dan memeluknya. "Sudahlah..." ujar Black "Bawa aku pergi dari sini, kumohon!" "Baiklah... Ayo.." Black membawa pergi Freya dari basecame. Mereka mengendarai mobil Black, entah kemana perginya. Ren menyadari bahwa Freya tak ada di basecame. Begitupun dengan Black. "Sial!! Sialan...!!!" umpat Ren kesal "Hei... Chloe bersama Black, mungkin mereka pergi mengambil hadiah kita.. Sudahlah.." ujar Shiro "Ren..." panggil Yuka "Pasti dia salah paham tadi!!, hubungi Black... Tanyakan dimana dia..!!" Ren terus menghubungi Freya, namun tak ada jawaban. Black pun tak bisa di hubungi. Ddrrttt.... Ddddrrttt.... "Kau tak mau bicara dengannya? Sepertinya kau hanya salah paham tadi..." ujar Black menenangkan Freya "I need time...!!" "Baiklah... Kita mau kemana sekarang?" "Kau tau club Hoshinaga?" "Tentu... Kita kesana?" "Iya..." (Club Hoshinaga) "Hi... Chloe... Nice to meet you..." ujar seorang bartender disana "Hi Joe... Biasanya ya Joe! Aku sedang badmood" "Okay sweety... And your friend?" "Kau mau minum apa?" "Berikan yang terbaik.." ujar Black "Okay... Just wait.." Dentuman musik di club membuat Freya sedikit tenang. Ia sudah minum hampir sepuluh sloki. Black hanya tersenyum melihatnya. "Kau baik-baik saja?" tanya Black "Aku selalu baik... Kau tau pemilik club ini?" "Aku tau..." "Dia kakak iparku.." "Hmm menarik.." "Tentu... Hidupku selalu menarik perhatian orang... Apapun yang aku lakukan mereka selalu mengawasiku... Aku baru saja berhubungan dengan dua lelaki, dan semuanya brengsek...!! Bahkan aku sudah hampir mencintai mereka..." "Kau mabuk" "Tidak... Aku hanya ingin..." Bruukk.... Freya pingsan di pelukan Black. "Astaga.. Dia terlalu banyak minum... Hei kau!! Bawa dia pulang dengan hati-hati" ujar Joe "Tentu..." Buukkk.... Buukk... Pukulan datang dengan bertubi-tubi. Ren sangat emosi melihat Black memeluk Freya yang tengah pingsan. "Hei... Stop.." ujar Joe "Ada apa denganmu?! Kau gila hah?" bentak Black "Apa yang kau lakukan padanya..?!!!" teriak Ren Shiro mencoba melerai mereka, ia memegang Ren agar tak menghajarnya lagi. "Ren... Sudah.. Lihat Chloe... Dia pingsan..." "Bee... Kau kenapa? Alkohol... Dia mabuk?" "Dia minum sepuluh sloki... Jelas mabuk bodoh!! Ternyata kau yang membuatnya badmood ya!?" ujar Joe "Hah.. Sepuluh.." Ren menggendong Freya dan membawanya pergi, sedangkan Shiro masih di club bersama Black. Didalam mobil, sesekali Ren memandangi wajah Freya. Wajahnya nampak kacau dan memerah karena mabuk. "Kau hanya salah paham tadi... Andai kau mau meminta penjelasan, aku pasti memberitahukan semuanya padamu" gumam Ren "Ehm.." Mereka sampai di apartemen, Ren menggendong Freya hingga kamarnya dan meletakkannya di atas ranjang. "Aku mau pulang..." rengek Freya "Tidurlah Bee.. Aku akan disini menemanimu!" "Kau lelaki b******k, bastard!! Aku mau pulang!! Minggir!!" teriak Freya Freya berusaha bangun, dan berjalan sempoyongan menuju pintu. Belum sampai di pintu ia sudah jatuh tersungkur. Ujung bibirnya terluka karena terbentur lantai. "Astaga.. Kau ini memang susah di beritahu!!" "Minggir... Aku membencimu!! Kau sama dengan Arqa!! Sama-sama brengseknya!! Aku akan pulang ke Indonesia!!" "Marahlah sesukamu... Asal jangan pergi" ujar Ren lirih Ren menarik tangan Freya hingga masuk ke dalam pelukannya. "Aku membencimu... Aku membencimu!! Aku... Mencintaimu....." "Aku tahu..." Freya kembali terlelap, Ren membantunya untuk tidur di ranjangnya lagi. "Fre... Aku akan menjagamu... Aku tak ingin kehilangan orang yang aku cintai untuk kedua kalinya.." gumam Ren
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD