BAB 19: TINGKAH NAWANG

1406 Words

SELAMAT MEMBACA  ***  Nawang duduk di meja riasnya. Berkali-kali dia memandang pantulan dirinya di cermin. Kembali memastikan jika penampilnanya benar-benar sudah cantik. Tidak ada yang terlihat berlebihan dan akan memalukan. "Sudah cantik Nduk..." seorang wanita paruh baya masuk kedalam kamar Nawang. Dia adalah Nurul, adik mendingan mamanya Nawang yang selama ini tinggal di Surabaya. Bulik Nurul, begitu biasanya Nawang memanggilnya. Tidak tau kapan wanita itu datang,yang Nawang tau buliknya itu sudah ada di rumahnya saat dia baru pulang makan siang bersama Raja tadi. "Nawang gugup Bulik," ucap Nawang pada Nurul. "Yo opo rek, ayune koyo ngene kok iseh gugup. Wes ayu pokoke,” ucapan Buik Nurul berhasil membuat wajah Nawang bersemu. Lagi-lagi dia menatap pantulan dirinya di cermin.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD