Para murid akademi berdiri di dekat karyanya masing-masing. Belum ada yang membuka kain putih nan tipis, karena memang belum diperintahkan untuk itu. Pertama-tama mereka harus menyaksikan pembukaan acara dengan kehadiran seorang Orde, pemimpin tanah mereka. Suasana langsung hening dalam sekejap mata. Tidak ada yang berani memalingkan tatapan atau bertindak kurang ajar dengan meremehkan peraturan yang dibuat Orde. Meskipun di belakang, banyak yang tidak setuju secara sembunyi-sembunyi. Hanya River yang berani, memalingkan tatapan dan juga menaikkan sebelah bibir. "Apa dia yang kau maksud? Pemimpin di kota ini." River menganggukkan kepala. "Kau bisa menilainya sendiri. Orang-orang tidak berani untuk membuka mulut, sedangkan aku memilikimu yang senang berbicara." "Oh, apa kita seharusnya

