Usai sesi pemotretan, mereka kembali ke sanggar rias Anggita. Kania mencoba beberapa kebaya yang akan dia kenakan saat pernikahan nanti. Fawwaz tidak mau kalah dia mencoba satu per satu pakaian yang Anggita sediakan. "Kamu cantik," puji Fawwaz saat melihat Kania berbalut kebaya brokat berwarna merah marun. Gadis itu, menunduk malu. "Belum boleh gombal-gombal. Ingat yey berdua belum halal," sindir Anggita. Kania mengulum senyum sementara Fawwaz menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dering telepon menginterupsi keseruan mereka. Kania pamit menjauh untuk menerima telepon, dia menyusuri tangga kemudian duduk bersimpuh memandang layar gawainya. Demian. "Assalamualaikum," ucap Kania dengan suara pelan. "Waalaikumsalam. Kania, nonton yuk? Malam mingggu, nih ada film seru." "Kania lagi ada

