Hening. Aisha mengendap-ngendap memasuki kamar Fawwaz. Kakinya telanjangnya berjinjit menapaki lantai keramik yang dingin. Gadis itu melihat kakak kesayangannya masih bergelung di bawah selimut. Tanpa aba-aba Aisha melompat ke atas tempat tidur, Fawwaz yang terlelap membelalakan matanya. Dia kaget. Seketika sebuah bantal melayang tepat di wajah gadis yang tengah terbahak-bahak karena berhasil mengerjai sang kakak. "Gak lucu, Sha!" pekik Fawwaz. "Buahahaha, dia kaget." Aisha tertawa terbahak-bahak. Dia sampai membungkuk sembari memegangi perutnya. "Berisik, keluar sana, ganggu orang aja." "Ciee, yang keganggu, eh ...." Aisha menyingkap selimut Fawwaz. "Kering ternyata, kirain lagi mimpi jorok," cetus Aisha polos. "Aisha!" bentak Fawwaz, dia sedang dalam mode tidak bisa diajak berc

